nusantarakini.id, Kutai Kartanegara – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Hairendra, menyatakan komitmennya untuk mendorong penguatan sektor-sektor strategis yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di wilayah pedesaan.

Dalam program kerja tahun anggaran 2025, ia fokus pada pemberdayaan pelaku UMKM, kelompok nelayan dan budidaya ikan, serta percepatan pembangunan infrastruktur pendukung pertanian.

“Untuk tahun ini, kami fokus di sektor UMKM dan sektor perikanan, baik itu kelompok nelayan maupun kelompok budidaya,” ujarnya.

Menurutnya, sektor UMKM dan perikanan merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat di wilayah Kukar bagian hulu dan pesisir, khususnya di kecamatan-kecamatan yang masuk dalam Dapil V.

Kata dia, dukungan pemerintah melalui DPRD sangat dibutuhkan untuk meningkatkan akses modal, pelatihan kewirausahaan, serta penyediaan sarana dan prasarana produksi.

“Kelompok nelayan dan pembudidaya harus dibekali tidak hanya alat tangkap dan kolam, tapi juga pendampingan manajemen dan pemasaran. Begitu juga UMKM, jangan hanya dikasih modal, tapi harus didampingi sampai produknya siap jual,” jelasnya.

Selain pemberdayaan ekonomi masyarakat, Politikus PDI Perjuangan ini juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur pertanian menjadi salah satu agenda prioritas yang terus didorong.

Termasuk di dalamnya perbaikan saluran irigasi, peningkatan kualitas jalan produksi, dan pembangunan fasilitas pendukung lainnya seperti lumbung pangan dan gudang komoditas.

“Beberapa infrastruktur seperti jalan dan irigasi kita dorong percepatan pembangunannya. Karena kelancaran pertanian itu bergantung pada kondisi infrastruktur pendukung,” tambahnya.

Ia berharap, sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menyusun program dan alokasi anggaran benar-benar berpihak pada sektor riil yang menyentuh masyarakat terbawah.

Menurutnya, keberhasilan program-program daerah tidak hanya dilihat dari nilai anggaran yang digelontorkan, tetapi dari seberapa besar dampaknya bagi kesejahteraan warga.

“Pembangunan itu jangan hanya bersifat proyek, tapi harus betul-betul menjawab kebutuhan riil masyarakat. Itu yang menjadi komitmen kami,” tegasnya. (W/ADV/JS)

Share.