nusantarakini.id, SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur mendorong sinkronisasi program pembinaan atlet antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, usai rapat koordinasi pembinaan prestasi olahraga.

“Rapat ini kami jadikan momentum untuk menggugah kembali komitmen daerah. Kita sampaikan semua program provinsi agar mereka bisa menyesuaikan. Jangan sampai pelatihan dan kejuaraan jadi agenda tahunan yang berjalan tanpa arah bersama,” ujar Rasman. Rabu (21/05/2025)

Ia menegaskan bahwa peran kabupaten/kota sangat vital, terutama dalam pembinaan usia dini. Sementara pemerintah provinsi akan melanjutkan pembinaan di jenjang yang lebih tinggi.

“Kami di provinsi menangani pembinaan atlet usia SMA ke atas. Tapi fondasinya tetap dibangun di kabupaten/kota. Mereka membina mulai dari usia pelajar SD sampai usia SMP, karena memang tanggung jawab mereka,” jelasnya.

Tanpa adanya sinkronisasi lintas jenjang dan wilayah, Rasman khawatir proses pembinaan akan terputus di tengah jalan, padahal seluruh atlet yang tampil di ajang-ajang seperti Porprov berasal dari daerah.

“Kalau tidak sinkron, pembinaan atlet seperti terputus. Padahal saat Porprov digelar, semua atlet berasal dari daerah,” lanjutnya.

Ia berharap langkah koordinatif ini bisa menjadi pemantik (trigger) bagi daerah untuk membangun sistem pembinaan yang seragam, meskipun porsi dan kapasitasnya berbeda.

“Kita sih berharap bahwa ini adalah trigger buat mereka agar melakukan hal yang sama, walau porsinya berbeda,” tutup Rasman.

Dispora Kaltim meyakini, pembinaan berjenjang yang selaras akan menciptakan ekosistem olahraga yang lebih solid, sekaligus meningkatkan peluang Kaltim meraih prestasi nasional dan internasional. (W/ADV/Ra)

Share.