nusantarakini.id, SAMARINDA —Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur terus mendorong pelestarian dan pembudayaan olahraga tradisional melalui pendekatan langsung ke sekolah-sekolah dan komunitas.
Program ini tidak hanya memperkenalkan jenis olahraga warisan budaya, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal di kalangan generasi muda.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, AA Bagus Sugiarta, mengatakan bahwa pihaknya secara aktif melakukan sosialisasi langsung di sekolah-sekolah dengan pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif.
“Kami datang langsung ke sekolah-sekolah, door to door. Di sana anak-anak kami ajak bermain engrang, menyumpit, gasing, ketapel. Ini agar mereka bisa mengenal dan mencintai olahraga tradisional sejak dini.” Kamis (22/05/2025).
Selain menyasar tingkat pendidikan dasar, Dispora Kaltim juga mendorong kompetisi olahraga di jenjang pendidikan menengah, termasuk kalangan pelajar penyandang disabilitas.
“Kami terus mendorong terselenggaranya kompetisi olahraga di tingkat pendidikan menengah, termasuk penyelenggaraan kejuaraan Paralimpik Provinsi dan Paralimpik Pelajar yang setiap tahunnya terus meningkat.”
Upaya pelestarian ini juga melibatkan komunitas dan penggiat olahraga lokal. Sosialisasi dilakukan dalam skala kecil namun berkelanjutan, dengan harapan dapat menciptakan ekosistem olahraga yang inklusif dan membumi di masyarakat.
“Kami berkolaborasi dengan para penggiat untuk sosialisasi skala kecil di sekolah-sekolah. Kegiatan ini akan terus kami lanjutkan sebagai bagian dari pembudayaan olahraga.”
Meski begitu, tantangan utama yang dihadapi adalah masih minimnya jangkauan sosialisasi ke masyarakat umum. Untuk itu, Dispora Kaltim secara konsisten menghadirkan aktivitas publik seperti bermain bersama di stadion agar masyarakat lebih terlibat dan mengenal olahraga tradisional secara langsung.
“Tantangan kami adalah kurangnya sosialisasi yang sampai ke masyarakat. Karena itu, kami terus melakukan kegiatan secara konsisten, termasuk di stadion, agar masyarakat bisa ikut serta, bermain bersama, dan mengenal lebih dekat olahraga tradisional.”
Program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal, sekaligus membentuk karakter anak bangsa melalui olahraga yang edukatif dan menyenangkan. (W/ADV/Yg)

