nusantarakini.id, Kutai Kartanegara – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Komisi I, Safruddin mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang aktif mendampingi warga yang terdampak persoalan lingkungan hidup, khususnya di Kecamatan Muara Badak dan Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan.
Kata dia, di Muara Badak, Komisi I ikut mengawal kasus dugaan pencemaran lingkungan yang ditujukan kepada PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), menyusul kematian massal kerang dara yang menjadi mata pencaharian utama warga pesisir.
“Kami sedang mendampingi warga terdampak pencemaran lingkungan di Muara Badak. Saat ini proses uji sampel masih berjalan dan kami kawal hingga tuntas,” ujarnya.
Sementara di Batuah, 21 rumah warga dilaporkan mengalami retak-retak yang diduga akibat aktivitas pertambangan batu bara di sekitar pemukiman.
“Alhamdulillah, sudah ada 21 rumah yang masuk dalam proses negosiasi antara pihak perusahaan dengan warga,” jelasnya.
Komisi I, lanjut Safruddin, terus mendorong penyelesaian yang adil dan berkeadilan bagi warga terdampak, sekaligus memastikan tanggung jawab lingkungan perusahaan dijalankan sesuai aturan.
“Kami akan terus kawal agar masyarakat mendapatkan haknya dan tidak dirugikan atas dampak dari aktivitas industri di sekitar mereka,” tutupnya. (W/ADV/JS)

