nusantarakini.id, Kutai Kartanegara – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Daerah Pemilihan III, Safruddin, menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi infrastruktur pendidikan di kawasan pesisir, khususnya di Desa Tanjung Berukang.

Ia menilai, fasilitas pendidikan di daerah tersebut jauh dari layak dan sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

“Untuk infrastruktur pendidikan, terutama di daerah pesisir, saya rasa sangat memprihatinkan. Saya sempat mengunjungi Desa Tanjung Berukang, dan melihat langsung kondisi sekolahnya,” ujarnya.

Menurutnya, bangunan sekolah di desa tersebut mengalami kerusakan parah. Saat hujan, air masuk ke dalam ruang kelas dan mengganggu proses belajar-mengajar.

“Sekolah itu perlu renovasi berat. Anak-anak belajar dalam kondisi yang tidak nyaman, bahkan kebasahan saat hujan karena banjir,” tuturnya.

Safruddin menyadari, tahun ini belum banyak yang bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran daerah.

Ia menyebut efisiensi anggaran serta pembiayaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) menjadi faktor utama terhambatnya realisasi program renovasi sekolah di tahun berjalan.

“Tahun ini memang belum bisa kita upayakan secara maksimal karena adanya defisit anggaran. Tapi kami tetap berkomitmen untuk terus mengawal dan memperjuangkan kebutuhan pendidikan, terutama di wilayah Dapil III,” jelasnya.

Meski demikian, ia berharap upaya perbaikan bisa dilakukan secara bertahap mulai tahun depan, baik melalui APBD murni maupun pembiayaan alternatif seperti CSR perusahaan.

Ia menilai, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang harus diprioritaskan, terutama di daerah terpencil yang masih tertinggal dari segi infrastruktur.

“Kami akan terus kawal di DPRD agar dunia pendidikan tidak terabaikan,” pungkasnya. (W/ADV/JS)

Share.