nusantarakini.id, Samarinda – Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie menyatakan pendirian sekolah baru di Kota Tepian masih terkendala pada terbatasnya ketersediaan lahan.

Ia menyampaikan untuk membangun sekolah, baik yayasan maupun individu harus terlebih dahulu memiliki aset berupa tanah agar ketika pemerintah membantu pembangunannya lebih mudah. Sebab, tanpa memiliki lahan, pembangunan dikhawatirkan menjadi sulit atau bahkan tidak dapat dilaksanakan.

“Minimal punya aset berupa tanah dan pemerintah bisa membantu pembangunan. Tapi kalau kita tidak punya aset tanahnya, kita tidak akan bisa melaksanakan pembangunan,” kata Novan, Selasa (10/10/2023).

Tak hanya itu, Novan juga menekankan jika seseorang atau pihak terkait ingin membangun sekolah, tentunya harus mempertimbangkan secara matang dan serius, terutama jika sekolah tersebut berada jauh dari pusat kota dan pemukiman penduduk.

“Meskipun membangun sekolah adalah solusi yang tepat, kita harus mempertimbangkan kendala seperti lokasi yang jauh dan kebutuhan akan infrastruktur pendukung seperti jalan,” tegasnya.

Meskipun demikian, Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu pun berharap agar kualitas pendidikan di Kota Samarinda dapat terus meningkat seiring berjalannya waktu. Sebab, dengan fasilitas ataupun sarana dan prasarana dan tenaga pendidik yang baik di sekolah tentunya dapat menjadi pendukung meningkatkan daya saing anak bangsa.

“Kami hanya mampu melakukan renovasi atau peningkatan fasilitas sekolah yang ada. Sebab belum ada lahan-lahan kosong pula yang bisa dibangunkan sekolah,” pungkasnya. (W/Adv/I)

Share.