nusantarakini.id, SAMARINDA — Di tengah derasnya arus perkembangan digital, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku utama dalam transformasi teknologi yang tengah berlangsung.

“Kita bukan hanya penonton dari perubahan ini. Pemuda Kaltim punya peluang untuk jadi pelaku utama pembangunan, baik melalui pendidikan digital, inovasi, hingga kewirausahaan berbasis teknologi,” ujar Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, Hasbar Mara. Senin (26/05/2025)

Ia menegaskan bahwa pemuda saat ini memiliki akses yang jauh lebih luas dibanding generasi sebelumnya. Namun tantangan juga semakin kompleks, terutama dalam menyikapi dampak negatif dari teknologi.

“Jangan sampai kita justru tertinggal atau bahkan terseret dampak buruk teknologi. Sudah waktunya pemuda Kaltim tampil sebagai generasi yang bukan hanya melek digital, tapi juga berdaya dan bermanfaat melalui teknologi,” katanya.

Menurut Hasbar, teknologi bersifat netral. Pemanfaatannya akan berdampak positif atau negatif tergantung pada bagaimana seseorang menggunakannya.

“Teknologi itu netral. Yang membuatnya berdampak positif atau negatif adalah bagaimana kita menggunakannya. Pemuda Kaltim harus mulai lebih cerdas menyaring informasi dan bijak dalam bermedia sosial,” tegasnya.

Dengan kemajuan teknologi yang ada, Hasbar menilai bahwa peluang pemuda sangat terbuka untuk menciptakan ekosistem baru dalam sektor ekonomi kreatif, industri digital, hingga pembangunan sosial.

“Dengan kemampuan dan akses yang ada sekarang, pemuda bisa belajar di mana saja, menciptakan peluang kerja sendiri, bahkan berkontribusi pada sektor-sektor baru seperti ekonomi kreatif dan teknologi informasi,” pungkasnya. (W/ADV/Ra)

Share.