nusantarakini.id, Penajam – Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di Penajam Paser Utara (PPU) baru menyentuh sekitar 20 persen dari total target siswa memicu desakan dari legislatif agar program prioritas nasional ini dipercepat dan tidak tersendat.


Anggota Komisi II DPRD PPU, Andi Iskandar Hamala, menyuarakan keprihatinannya terhadap lambannya pelaksanaan MBG di PPU. Ia menyebut, salah satu penyebab keterlambatan adalah masih berlangsungnya pembangunan kantor operasional MBG di daerah ini.

“Ini kan sekarang dipersiapkan kantornya MBG. Kalau bangunannya sudah selesai, operasionalnya siap semua. Tapi kalau belum, ya bertahap juga. Mungkin dari pusat juga begitu,” ujarnya.

Andi Hamala menekankan bahwa program ini penting untuk mendongkrak asupan gizi siswa, selaras dengan upaya mencerdaskan generasi penerus di daerah.

“MBG ini penting bagi masyarakat. Bagaimana meningkatkan gizi anak-anak sekolah supaya pengetahuannya lebih lagi, otaknya juga berjalan. Program makanan bergizi ini memang luar biasa,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar penyaluran dana dari pusat dilakukan secara penuh dan tepat waktu. Bila sebagian saja yang dicairkan, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan kecemburuan antarsekolah di mana sebagian menerima, sementara sebagian lain tidak.

Andi juga membandingkan kesiapan PPU dengan daerah lain, terutama di Pulau Jawa, yang menurutnya sudah menjalankan MBG secara optimal. Ia berharap PPU tidak terlambat mengejar ketertinggalan agar warga khususnya pelajar bisa segera merasakan manfaat program.

Terakhir, ia menilai MBG tidak hanya soal pemberian makanan, tetapi juga peluang bagi ekonomi lokal, apabila bahan baku seperti sayur, telur, dan pangan lain diambil dari produsen lokal. Langkah ini bisa mendongkrak ekonomi masyarakat dan menambah nilai lebih dari program. (W/ADV/SR)

Share.