nusantarakini.id, Samarinda – DPRD Kota Samarinda melakukan Rapat Paripurna Masa Persidangan III 2023 tentang Persetujuan Bersama Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang APBD Tahun Anggaran 2024.
Di agenda kali ini, masing-masing fraksi diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangannya. Salah satunya disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Abdul Rohim dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Pria yang kerap disapa Rohim itu menyampaikan pandangannya terhadap langkah Pemkot Samarinda yang ingin merekonstruksi bangunan Pasar Pagi.
Ia mengaku sangat mengapresiasi wacana tersebut demi kesejahteraan dan keselamatan masyarakat, khususnya pedagang Pasar Pagi.
“Perlu menjadi catatan adalah tetap libatkanlah seluruh stakeholder dan serap aspirasi yang disampaikan mereka,” ungkapnya pada Selasa, (24/10/2023).
Tak sampai di situ saja, ia pun juga meminta kepada Wali Kota Samarinda, Andi Harun agar selalu mempertimbangkan dampak sosial yang terjadi jika Pasar Pagi mulai direkonstruksi.
“Kita khawatir pedagang di Pasar Pagi akan menghadapi permasalahan dalam perekonomiannya,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyatakan, bahwa bangunan Pasar Pagi memang harus segera dibenahi. Mengingat bangunan tua itu secara teknis sudah kurang layak digunakan.
“Hampir semua sisi bangunan Pasar Pagi secara teknis seolah memberi pesan tidak dapat lagi ditunda, demi keselamatan pedagang dan masyarakat,” tegasnya.
Andi Harun juga mengaku, belakangan ini dirinya banyak menerima pernyataan hampir dari seluruh pedagang Pasar Pagi yang meminta Pemkot Samarinda segera merevitalisasi bangunan pasar.
“Mayoritas pedagang di sana minta kepada kami tidak lagi menunda, selama kami memiliki kemampuan merekonstruksi,” pungkasnya. (W/Adv/I)

