nusantarakini.id, Samarinda โ Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan, menyoroti lemahnya tindak lanjut pengelola Big Mall terhadap rekomendasi keselamatan kebakaran. Hal ini menyusul kebakaran kedua yang kembali terjadi di pusat perbelanjaan tersebut dalam waktu kurang dari dua bulan.
“Rekomendasi dari Damkar tidak ditindaklanjuti. Padahal saat sidak sebelumnya dinyatakan aman, tapi kemudian kejadian lagi,” tegas Arif, Rabu (23/7/2025).
Arif menilai pengelola mall lalai dalam mengantisipasi potensi kebakaran di sejumlah tenant. Ia mengingatkan bahwa keselamatan penyewa dan pengunjung adalah tanggung jawab utama manajemen.
“Tenant datang ke sini tentu mengharapkan perlindungan dari pengelola. Harus ada komitmen serius untuk memperbaiki sistem yang lemah,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Arif merekomendasikan penambahan tenaga khusus (man power) untuk penanganan darurat di lingkungan Big Mall. Ia juga meminta agar pengelola segera berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda.
“Perlu pelatihan rutin untuk staf tentang penanganan kebakaran, baik saat mall kosong maupun dalam kondisi operasional,” tambahnya.
Menurut Arif, latihan simulasi kebakaran penting untuk mengukur kesiapan sistem proteksi seperti alarm, hydrant, dan sprinkler.
“Mari kita buktikan secara langsung apakah sistem pengamanannya berfungsi atau tidak. Ini harus dikoreksi secara serius,” pungkasnya. (W/ADV/SR)

