x

DPRD Kaltim Dorong Transformasi Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Ekonomi Desa

waktu baca 2 menit
Rabu, 30 Jul 2025 06:59 1 Redaktur

nusantarakini.id, SAMARINDA – Di tengah dorongan pemerintah pusat memperkuat Koperasi Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan, DPRD Kalimantan Timur menilai perlu adanya transformasi koperasi desa dari sekadar wadah administratif menjadi kekuatan ekonomi nyata.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur, mengapresiasi inisiatif tersebut, namun mengingatkan keberhasilan Koperasi Merah Putih sangat bergantung pada keseriusan semua pihak dalam menjalankannya secara konkret dan terukur.

“Model koperasi seperti ini berbeda dengan koperasi konvensional yang dibentuk secara sporadis dan minim arahan. Dalam skema Koperasi Merah Putih, negara hadir memberi jaminan, menyediakan ruang usaha, dan menyiapkan dukungan permodalan,” ujarnya, Rabu (30/7/2025).

Menurutnya, banyak koperasi di daerah selama ini hanya bergerak di skala kecil dan belum mampu menjawab kebutuhan ekonomi lokal. Padahal, desa memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif berbasis koperasi.

Ia mencontohkan sektor peternakan, di mana Kaltim masih bergantung pada pasokan ternak dari luar daerah seperti NTB dan Sulawesi. “Jika koperasi desa difungsikan maksimal, kita bisa membangun peternakan sendiri sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” jelasnya.

Guntur menekankan bahwa persoalan utama bukan pada konsep koperasi, melainkan implementasi dan tata kelola. Karena itu, diperlukan kepemimpinan koperasi yang solid dan mampu bersinergi dengan perangkat desa, termasuk kepala desa sebagai penasihat.

“Jika seluruh elemen pengelola koperasi bekerja secara terkoordinasi dan memiliki visi sama, maka koperasi bisa menjadi motor peningkatan pendapatan desa sekaligus memberdayakan warga,” tambahnya.

Dukungan konkret bagi penguatan koperasi juga datang melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), yang memberi ruang bagi koperasi untuk bertransformasi menjadi lembaga keuangan yang lebih kuat dan kompetitif.

Dalam konteks Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Guntur menyebut penguatan koperasi desa sangat strategis untuk membangun kemandirian ekonomi lokal sejak dini.

“Ini momentum yang harus kita manfaatkan. Koperasi tidak boleh hanya jadi simbol. Ia harus hidup, tumbuh, dan menjadi pilar ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat desa,” pungkasnya. (W/ADV/SR)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x