x

Ananda Emira Moeis: Jika Narkotika Dibiarkan, Upaya Bangun SDM Kaltim Bisa Gagal Total

waktu baca 2 menit
Selasa, 17 Jun 2025 11:35 1 Redaktur

wartapediaco.id, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, mengingatkan bahwa upaya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul di Benua Etam bisa sia-sia jika peredaran narkotika tidak ditangani secara serius dan menyeluruh.

“Anggaran untuk peningkatan SDM di Kaltim sudah besar, program-programnya juga sudah bagus. Tapi kalau kita lengah terhadap ancaman narkotika, semua itu bisa hancur,” ujar Ananda saat menghadiri Rapat Forum Komunikasi Terpadu P4GN, Selasa (17/6/2025).

Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa narkotika bukan hanya masalah kriminalitas, tapi ancaman langsung terhadap masa depan daerah. Ia mendesak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat sipil, untuk bersatu dalam langkah pencegahan dan deteksi dini.

“Kita sudah punya Perda Nomor 4 Tahun 2020. Tinggal bagaimana mengoptimalkan pelaksanaannya. Harus ada keseriusan lintas sektor,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Ananda juga mengungkapkan bahwa Pemprov Kaltim akan membentuk satuan tugas khusus yang dipimpin langsung oleh gubernur atau wakil gubernur bersama Forkopimda untuk mengoordinasikan penanganan P4GN secara terarah.

Tak hanya soal regulasi dan koordinasi, Ananda turut menyoroti minimnya kapasitas fasilitas rehabilitasi yang tersedia saat ini. Fasilitas rehabilitasi di Tanah Merah, Samarinda, hanya mampu menampung sekitar 290 orang, jauh dari jumlah pengguna narkoba di Kaltim yang diperkirakan mencapai 25.000 orang.

“Dengan angka sebesar itu, jelas kapasitas yang ada sekarang sangat tidak memadai. Perlu ada ekspansi besar-besaran untuk rehabilitasi,” ujarnya.

Ia juga menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pendekatan pemidanaan bagi pengguna narkoba. Menurutnya, para pengguna lebih tepat ditempatkan di pusat rehabilitasi, bukan di balik jeruji besi.

“Kalau pengguna dipenjara, yang kita peroleh justru beban baru. Rehabilitasi jauh lebih manusiawi dan efektif,” tambahnya.

Ananda menekankan bahwa perang melawan narkotika bukan semata tugas pemerintah. Ia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif mengawasi lingkungan dan melaporkan aktivitas mencurigakan.

“Kalau kita ingin Kalimantan Timur benar-benar maju, maka kita harus pastikan generasinya selamat dari narkotika. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (W/ADV/SR).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x