x

BUMDes Sumber Purnama Berkembang Pesat, Kini Mulai Gandeng Desa Lain Untuk Tingkatkan Hasil Produksi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Okt 2023 20:46 0 View Redaktur

nusantarakini.id, Tenggarong – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Purnama milik Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, terbilang sukses besar dalam memproduksi hasil pertanian. Beras tugu yang jadi andalan mampu bersaing di pasaran, Sabtu (28/10/2023).

Dilengkapi dengan mesin pengolah modern, yaitu Rice Milling Unit (RMU). BUMDes Sumber Purnama mampu memproduksi 25 ton beras per bulannya. Beras hasil produksi BUMDes Sumber Purnama dipasarkan dengan di nama Beras Cap Tugu.

Kepala Desa (Kades) Loh Sumber, Sukirno mengatakan upaya mengembangkan usaha yang dibangun BUMDes Sumber Purnama ini terus dilakukan.

Salah satunya adalah untuk mewujudkan ketahanan pangan dan menjadikan Kutai Kartanegara (Kukar), sebagai lumbung pangan bagi Kalimantan Timur (Kaltim) dan  Ibu Kota Negara (IKN).

“Kami ingin beras tugu ini bisa tampil, yakni dijual ke ritel modern. Saat ini, izinnya dari Provinsi sudah keluar, bersamaan dengan kemasan baru,” katanya.

Untuk mewujudkan hak tersebut, Sukirno juga mengatakan bahwa pihaknya memiliki program Sinar Purnama, yakni program pembinaan dan pemberdayaan petani dengan memberikan pinjaman modal hingga asuransi.

Dengan program ini, diyakini produktifitas BUMDes Sumber Purnama bisa meningkat pesat. Namun juga pihaknya menghadapi kendala, yakni masalah minimnya lahan pertanian di Desa Loh Sumber.

Sukirno mengatakan, program ini memerlukan dukungan dan kerjasama dari desa lain. Agar BUMDes Sumber Purnama bisa terus mendapatkan supply gabah dan diolah menjadi beras.

“Ini kita coba kerjasama dengan Desa Benua Puhun, disana ada 100 hektare lahan pertanian. Agar bekerjasama dengan kami untuk mengembangkannya,” tambah Sukirno.

“Kami berharap Pemkab Kukar juga ikut membantu sepenuhnya dengan pendampingan hingga pemasaran. Kami ingin meningkatkan sektor pertanian dengan mencintai produk lokal. Dan kami ingin terlibat dalam mendorong sektor pertanian ini,” tutup. (W/Adv/Ung)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x