x

DPK Kaltim Gelar Sharing Session Mendongeng untuk Meningkatkan Minat Baca Masyarakat

waktu baca 2 menit
Selasa, 5 Sep 2023 10:18 0 View Redaktur

nusantarakini.id, Samarinda – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) gelar Sharing Session Mendongeng di gedung Perpustakaan Lantai 2, Samarinda, Selasa (05/09/2023).

Tujuannya ialah membagi pengalaman untuk mendongeng terhadap anak dan memberi arahan terkait kampung dongeng.

Adapun agenda tersebut dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, DPK Kaltim, Taufik.

Taufik pun menyampaikan DPK akan mendorong seluruh perpustakaan dan masyarakat di Kaltim agar terus meningkatkan minat baca. Untuk meningkatkan hal tersebut ketersediaan sarana perpustakaan harus memadai.

“Ini juga bagian dari minat baca, salah satunya belajar mendongeng untuk anak. Sehingga sangat disupport oleh DPK Kaltim untuk masyarakat Kaltim,” ungkap Taufik.

Dalam Sharing Session terdapat Narasumber ialah Puguh Herumawan atau sapaan akrabnya Kak Heru merupakan seorang pendongeng tanah air yang lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Oktober 1971.

Kak Heru mengatakan bahwa dongeng tidak cukup mendengarkan saja, tapi juga lebih baik jika dibaca langsung oleh mereka dan diajarkan untuk bercerita.

“Selain membaca, mereka juga diajak untuk menceritakan apa yang mereka telah baca di depan teman-temannya,” ungkapnya.

“Mereka ternyata sangat antusias mendengarkan saya bercerita dan juga orang tuanya juga sangat senang, kemudian mereka dilatih bagaimana berdongeng dengan baik,” sambung kak heru.

Dongeng ini dilakukan dengan maksud untuk menumbuhkan kembali tradisi bercerita lisan yang kini mulai terkikis oleh perkembangan zaman.

Bahkan, mereka juga mengajak orang tua dan guru untuk bercerita dalam bahasa daerah sendiri. Hal ini lah yang membuat DPK Kaltim mengadakan Sharing Session.

Puguh Herumawan mengatakan pertama kali untuk mendongeng dihadapan banyak anak-anak, tentunya ada kesulitan-kesulitan kecil.

“Anak-anak tidak bisa duduk dengan tenang dan malah asik dengan kegiatannya sendiri tentu saja membuat hal tersebut menjadi suatu kesulitan bagi seorang pendongeng,”tutupnya. (Ihsan/nusantarakini.id)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x