
Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Raup Muin. (Foto: Ist) nusantarakini.id, Penajam – Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Raup Muin, menilai sektor pariwisata di daerah masih belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ia menegaskan bahwa hingga kini PPU belum memiliki destinasi unggulan yang mampu menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah besar.

Aktivitas wisata masih sangat bergantung pada momentum tertentu, bukan pada daya tarik destinasi yang berkembang secara berkelanjutan.
Raup mengungkapkan hal tersebut saat menilai situasi pendapatan daerah dari sektor pariwisata. Menurutnya, PPU memang memiliki potensi alam, tetapi belum dikembangkan secara optimal sehingga kontribusi sektor ini terhadap ekonomi daerah masih sangat minim.
“Soal pariwisata, ya kurang lebih sama. Yang mau datang wisata ke mana? Syukur-syukur ada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Itu agak ramai,” ujarnya.

Ia menyebut gelaran POPDA yang berlangsung di PPU beberapa waktu lalu memberikan sedikit ruang ekonomi bagi masyarakat. Dengan peserta yang bisa mencapai ribuan orang, kegiatan seperti ini memberi efek keramaian pada hotel, restoran, dan usaha kecil lainnya. Namun, menurutnya, aktivitas ekonomi berbasis event tidak dapat dijadikan tumpuan utama bagi pengembangan sektor pariwisata.
“Pesertanya bisa sampai seribu sampai dua ribu orang. Lumayan. Tapi kalau bicara POPDA, kebutuhannya juga banyak,” lanjutnya.
Raup menjelaskan bahwa meski POPDA membawa dampak ekonomi positif, beban penyelenggaraan acara besar juga tidak sedikit. Pemerintah daerah harus menyiapkan fasilitas, akomodasi, venue olahraga, transportasi, hingga sarana pendukung lainnya.
Hal ini membuat keuntungan ekonominya tidak dapat sepenuhnya dirasakan, karena sebagian besar anggaran justru terserap untuk kebutuhan penyelenggaraan. (W/ADV/SR)

Tidak ada komentar