x

Dukung Perkembangan Pertanian, Camat Samboja Lakukan Pemeliharaan Waduk

waktu baca 2 menit
Senin, 30 Okt 2023 11:40 0 View Redaktur

nusantarakini.id, Tenggarong – Selain dikenal sebagai pemasok utama ikan hasil tangkapan laut dibeberapa wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim), Kecamatan Samboja juga menyimpan potensi dari sektor pertanian, Senin (30/10/2023).

Sektor pertanian saat ini juga sedang dikembangkan oleh Pemerintah Kecamatan. Mengingat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah berupaya untuk tampil menjadi lumbung pangan bagi Kaltim dan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Memang, Kecamatan Samboja tidak masuk dalam penetapan lima kawasan pertanian terintegrasi. Namun bukan berarti Kecamatan yang terletak di wilayah pesisir Kukar tersebut tidak dapat berpartisipasi dalam misi besar Pemkab Kukar tersebut.

Camat Samboja, Damsik mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan perawatan dan pembenahan waduk Samboja. Hal ini dilakukan untuk memberikan akses pengairan yang maksimal pada lahan pertanian masyarakat di Samboja.

“Ini menjadi tugas kami untuk mempertahankan wilayah waduk itu. Karena disitu rata-rata petani,” terang Damsik.

Waduk ini terletak diantara Kelurahan Wonotirto, Tanjung Harapan dan Desa Karya Jaya. Tidak hanya difungsikan sebagai sarana pengairan pertanian, tapi juga sebagai daerah resapan air kala musim hujan.

Pihak Kecamatan juga berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan di sekitar waduk tersebut. Salah satu upaya yang saat ini tengah digalakkan oleh pihak Kecamatan Samboja adalah menetralisir kawasan tersebut dari penambangan batubara ilegal.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengintruksikan kepada seluruh Kepala Desa dan Lurah untuk segera melapor jika ada aktivitas pertambangan batubara ilegal disekitar lokasi Waduk Samboja. “Jika ada penambang liar disekitar waduk itu disampaikan ke Kecamatan,” ungkapnya.

Pihaknya juga telah memberi himbauan kepada masyarakat untuk melapor dan bertindak langsung ketika ada pertambangan ilegal.

“Saya selalu mengimbau kepada masyarakat sekitar waduk. Agar bersama-sama menolak penambang liar,” tutupnya. (W/Adv/Ung)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x