
Anggota DPRD Kukar Muhammad Idham. (Foto: Ist) nusantarakini.id, Kutai Kartanegara – Anggota DPRD Kutai Kartanegara dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Muhammad Idham menyoroti keterbatasan fasilitas kesehatan yang masih dirasakan masyarakat, terutama di dusun-dusun terpencil yang berada jauh dari pusat desa.

Dalam keterangannya, dia menyebut bahwa saat ini masih banyak wilayah yang tidak memiliki ambulans layak, puskesmas keliling, maupun gedung posyandu permanen.
“Kalau di desa mungkin fasilitas cukup, tapi untuk dusun-dusun yang letaknya terpencar, itu sangat butuh kendaraan medis yang memadai. Kita minta Dinas Kesehatan untuk siapkan ambulans dan puskesmas keliling,” ujarnya.
Idham menilai, tidak seharusnya pengadaan ambulans hanya bergantung pada Anggaran Dana Desa (ADD) atau Dana Desa (DD).

Ia mendorong agar pengadaan fasilitas kesehatan ini menjadi tanggung jawab penuh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar.
“Selama ini ambulans di desa dibiayai dari ADD atau DD. Harusnya ini menjadi beban dan prioritas dari Dinkes Kukar karena fasilitas itu untuk pelayanan masyarakat luas,” tambahnya.
Tak hanya itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kukar tersebut juga mengkritik kondisi posyandu di sejumlah desa yang masih menumpang di rumah warga.
Idham berharap, ada pembangunan posyandu permanen agar pelayanan kesehatan ibu dan anak bisa lebih optimal.
“Posyandu yang menumpang di rumah warga itu masih banyak. Kita ingin ada gedung khusus supaya pelayanan lebih terfokus dan layak,” tegasnya. (W/ADV/JS)

Tidak ada komentar