x

Potensi Migas Melimpah, Infrastruktur Desa Masih Terabaikan

waktu baca 2 menit
Senin, 14 Jul 2025 12:36 0 View Redaktur

nusantarakini.id, SAMARINDA – Ironi pembangunan kembali mencuat dari Desa Salo Cella, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara. Di tengah potensinya sebagai salah satu kawasan penghasil migas di Kalimantan Timur, desa ini justru masih dikepung oleh keterbatasan akses jalan. Kondisi itu menggambarkan ketimpangan antara sumbangan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Anggota DPRD Kaltim Dapil Kukar, Baharuddin Demmu, menyebutkan bahwa infrastruktur jalan menuju Salo Cella nyaris tidak layak. Jalan tanah tanpa pengerasan masih menjadi satu-satunya akses utama warga, yang setiap musim hujan berubah menjadi kubangan lumpur.

“Jangan hanya menguras sumber daya tanpa peduli dengan kondisi hidup masyarakatnya. Desa seperti Salo Cella memberi kontribusi besar bagi sektor energi, tapi akses jalan saja masih seperti itu,” tegas Bahar, Senin (14/7/2025).

Menurutnya, ini bukan sekadar persoalan teknis pembangunan, tapi soal keadilan distribusi. Ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah seharusnya tidak mengabaikan desa yang berada di pusat eksplorasi migas, hanya karena status jalan bukan kewenangannya.

Ia memaparkan bahwa sejak 2021 hingga 2023, Pemprov Kaltim telah menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp25 miliar untuk membangun sebagian ruas jalan menuju Salo Cella. Namun, sisa jalan yang merupakan tanggung jawab kabupaten belum tersentuh anggaran pembangunan dari Pemkab Kukar.

“Kami di provinsi sudah tiga kali bantu lewat anggaran. Tapi jalan yang tersisa justru tidak dianggarkan oleh pemkab. Padahal ini jalan kabupaten,” jelas Bahar.

Situasi ini kian disayangkan mengingat sebagian besar jalan di wilayah tersebut berada dalam kawasan industri migas, termasuk di bawah pengelolaan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS). Namun jalan umum yang menjadi urat nadi warga belum mendapat sentuhan serius dari pemerintah setempat.

Bahar juga mengingatkan bahwa isu ini bukan hal baru, bahkan sudah disampaikan langsung kepada Wakil Gubernur Kaltim dan jajaran Pemprov. Ia berharap pemerintahan Kukar yang baru bisa lebih responsif terhadap kebutuhan desa pesisir, terutama kawasan penghasil sumber daya.

“Salo Cella itu kampung tua, kaya sumber daya, tapi miskin perhatian. Ini bukan soal satu desa, tapi soal komitmen membangun dari pinggiran,” tandasnya. (W/ADV/SR).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x