x

DPRD PPU Soroti Tingginya Angka Stunting dan Kekurangan Protein di Daerah Surplus Ikan

waktu baca 2 menit
Kamis, 3 Okt 2024 13:23 0 View Redaktur

nusantarakini.id, PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang dikenal sebagai daerah penghasil ikan dengan potensi kelautan yang melimpah, ternyata masih menghadapi masalah serius dalam hal pemenuhan gizi masyarakat.

Angka stunting dan kekurangan protein di PPU masih tergolong tinggi, meskipun daerah ini memiliki sumber protein hewani yang melimpah dari hasil tangkapan laut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Ishaq Rahman, menyoroti ironi ini dan mempertanyakan efektivitas kampanye gizi yang selama ini dijalankan pemerintah.

“Ada juga kampanye soal makanan wajib. Ini miris. Kita punya penghasilan dari ikan, tapi banyak yang masih stunting dan kekurangan protein,” ungkap Ishaq Rahman dengan nada prihatin.

Ia menilai bahwa ketidaksesuaian antara produksi ikan yang besar dan tingginya angka stunting mencerminkan kegagalan dalam distribusi dan pemanfaatan sumber daya yang ada.

Ishaq menekankan bahwa meskipun tidak ada jaminan bahwa orang yang rutin mengonsumsi ikan pasti terbebas dari stunting, setidaknya pemenuhan kebutuhan protein melalui akses ke ikan seharusnya menjadi prioritas utama dalam peningkatan gizi masyarakat.

“Nggak ada jaminan bahwa orang yang makan ikan pasti nggak stunting, tapi setidaknya kebutuhan gizi harus terpenuhi,” jelasnya.

Menurutnya, kampanye gizi yang selama ini dilakukan belum memberikan dampak yang nyata dalam menekan angka stunting di PPU.

Stunting, atau kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di PPU.

Padahal, dengan potensi hasil tangkapan laut yang besar, seharusnya akses masyarakat terhadap sumber protein seperti ikan bisa menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan gizi.

Namun, kenyataannya, banyak masyarakat yang masih sulit mendapatkan akses ke makanan bergizi, terutama di daerah-daerah terpencil. (W/Adv/I)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x