
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah. (Foto: Ist) nusantarakini.id, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, menegaskan bahwa pemerataan pembangunan menjadi faktor kunci dalam mewujudkan visi Generasi Emas Kalimantan Timur. Menurutnya, pembangunan tidak boleh terpusat di wilayah tertentu saja, tetapi harus dirasakan hingga ke daerah pedalaman.

“Sejalan dengan visi Gubernur menuju generasi emas, kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas, termasuk pencegahan stunting,” ujar Syarifatul. Rabu (26/11/2025)
Ia menilai, kualitas sumber daya manusia tidak akan tercapai secara optimal tanpa dukungan sektor kesehatan yang kuat dan merata. Pencegahan stunting, kata dia, merupakan fondasi penting untuk mencetak generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing.
Syarifatul juga menyoroti kondisi daerah seperti Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) yang dinilai masih membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah provinsi.

“Daerah seperti Kubar dan Mahulu perlu dukungan penuh agar tidak semakin tertinggal dan kesenjangan kesejahteraan bisa ditekan,” tegasnya.
Selain itu, ia menyinggung dampak penurunan Transfer Ke Daerah (TKD) yang berpotensi menghambat laju pembangunan. Menurutnya, kondisi tersebut harus disikapi dengan langkah strategis dan kebijakan yang tepat.
“Dengan turunnya TKD, Kaltim harus mencari alternatif pendapatan, memperkuat koordinasi dengan pusat, dan mengurangi kegiatan seremonial yang tidak mendesak,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah provinsi bersama DPRD dapat fokus pada program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur pendukung.
“Kalau pembangunan merata dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, saya yakin visi Generasi Emas Kaltim bukan sekadar slogan, tapi bisa benar-benar terwujud,” pungkas Syarifatul.(W/ADV/SR)

Tidak ada komentar