
Ketua Komisi I DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf. (Foto: Ist) nusantarakini.id, PENAJAM – Menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Penajam Paser Utara (PPU), Ketua Komisi I DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf, mengemukakan pentingnya perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Kehadiran IKN dinilai sebagai rezeki luar biasa bagi masyarakat PPU yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ia menekankan bahwa persiapan menyambut kehadiran IKN tidak boleh setengah-setengah, melainkan harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.
“Memang perlu perhatian khusus dari pemerintah daerah karena ini suatu rezeki yang luar biasa didapatkan oleh masyarakat PPU,” ujar Andi Muhammad Yusuf.
Andi Muhammad Yusuf menjelaskan bahwa besar harapan masyarakat PPU dengan adanya kehadiran IKN ini. Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat untuk mempersiapkan diri sedini mungkin. Sosialisasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk perekrutan tenaga kerja dan pengembangan sektor swasembada pangan.

“Besar harapan kami dengan adanya mitra daripada IKN, pemerintah daerah juga harus sering memberikan sosialisasi terhadap masyarakat untuk mempersiapkan sedini mungkin, yang pertama terkait perekrutan tenaga kerja. Kedua, kita dikenal dengan swasembada pangan,” tegas Andi Muhammad Yusuf.
Perekrutan tenaga kerja menjadi salah satu fokus utama dalam persiapan ini. Andi Muhammad Yusuf menekankan bahwa masyarakat lokal harus diprioritaskan dalam perekrutan tenaga kerja di IKN.
Hal tersebut tidak hanya untuk memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat PPU, tetapi juga untuk memastikan bahwa masyarakat setempat dapat merasakan manfaat langsung dari kehadiran IKN.
Selain itu, sektor swasembada pangan juga harus diperhatikan. PPU dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan perkebunan. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus mendorong pengembangan sektor ini agar dapat memenuhi kebutuhan pangan di IKN.
“Pemerintah daerah harus mendorong pengembangan sektor pertanian dan perkebunan agar dapat memenuhi kebutuhan pangan di IKN. Ini akan menjadi peluang besar bagi masyarakat PPU untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” jelas Andi Muhammad Yusuf. (W/Adv/I)

Tidak ada komentar