
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi. (Foto: Ist) nusantarakini.id, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menyoroti ketimpangan kesejahteraan tenaga pendidik swasta yang dinilainya masih jauh tertinggal dibanding Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan guru swasta yang hanya menerima gaji sekitar Rp500 ribu per bulan.

“Saya juga pernah menjadi guru di sekolah swasta, jadi saya tahu betul beratnya perjuangan mereka. Dedikasi guru swasta terhadap pendidikan sangat tinggi, dan sudah semestinya mendapat penghargaan yang layak,” ujar Ismail, Rabu (16/7/2025).
Menurutnya, kesenjangan penghasilan ini menjadi catatan serius bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan kesetaraan pendidikan di Samarinda. Ia menilai, perhatian terhadap guru swasta bukan hanya soal upah, melainkan juga menyangkut kualitas pendidikan jangka panjang.
Ia pun mengapresiasi langkah Pemprov Kaltim yang telah memberikan BPJS Kesehatan gratis dan subsidi tambahan kepada guru swasta. Namun, ia berharap kebijakan tersebut bisa diperluas dan diimplementasikan secara merata di seluruh wilayah Kota Samarinda.

“Jika seluruh guru, baik ASN maupun swasta, mendapat perlakuan yang adil, maka kualitas pendidikan pun akan meningkat. Tapi kalau tidak ada perhatian serius, dikhawatirkan mutu pendidikan kita akan terus menurun,” tegasnya.
Ismail menekankan, penghargaan terhadap guru tidak harus besar, namun cukup untuk menjamin kelayakan hidup dan menjaga semangat mengabdi di dunia pendidikan. (W/ADV/SR)

Tidak ada komentar