nusantarakini.id, Kutai Kartanegara – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Tenggarong, Annisa Mulia Utami, menaruh perhatian serius terhadap pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya.
Ia menilai, sektor UMKM merupakan tulang punggung ekonomi lokal yang harus terus diperkuat, khususnya pasca pandemi dan dalam menghadapi tantangan pasar digital saat ini.
“UMKM di Tenggarong punya potensi besar, baik dari sisi produk kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa kreatif. Tapi mereka masih butuh dukungan lebih serius dari segi pelatihan, pemasaran, hingga akses pembiayaan,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan UMKM tak bisa hanya diserahkan pada pelaku usaha itu sendiri. Pemerintah daerah, perbankan, dan sektor swasta harus bersinergi dalam menyediakan ekosistem usaha yang kondusif.
Ia pun mendorong agar Pemkab Kukar lebih masif menggandeng UMKM lokal dalam berbagai agenda pemerintahan.
“Kita perlu beri ruang kepada UMKM lokal dalam event-event resmi pemerintah, bazar, hingga pengadaan barang dan jasa skala kecil. Ini bentuk keberpihakan konkret,” tegasnya.
Annisa juga mengapresiasi adanya rencana pembangunan bioskop dan pengembangan pusat ekonomi kreatif di kawasan Pujasera dan Gedung Ekraf Tenggarong.
Ia berharap, tempat tersebut bisa menjadi etalase baru produk-produk UMKM.
“Jika bioskop dibangun di Pujasera, maka foyer atau koridornya harus diisi oleh stan-stan UMKM lokal. Jangan hanya brand besar. Produk Kukar juga harus jadi tuan rumah di daerah sendiri,” tambahnya.
Untuk mendukung pelaku UMKM naik kelas, Annisa menilai, penting adanya pendampingan dalam bentuk pelatihan digital marketing, sertifikasi produk, hingga strategi kemasan dan branding.
“Kalau perlu, DPRD dan OPD terkait duduk bareng, buat roadmap khusus UMKM Tenggarong agar arah pengembangannya lebih terukur dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menutup, dengan menyampaikan komitmennya sebagai legislator untuk terus mengawal kebijakan penguatan UMKM melalui fungsi penganggaran dan pengawasan.
“Kami akan pastikan anggaran pembinaan UMKM terserap maksimal dan manfaatnya sampai ke pelaku usaha kecil yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya. (W/ADV/JS)




