AdvertorialDPRD Balikpapan

Alwi Perintahkan Komisi IV DPRD Balikpapan, Tinjau Kerusakan Jembatan Warga Terdampak Proyek RS Sayang Ibu

nusantarakini.id, BALIKPAPAN – Keluhan warga RT 16 di Balikpapan Barat terkait kerusakan jembatan yang diduga terdampak aktivitas pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Balikpapan. Lembaga legislatif itu memastikan akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya sekaligus menindaklanjuti laporan yang disampaikan masyarakat.

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil keputusan berdasarkan informasi sepihak atau laporan yang belum diverifikasi. Karena itu, peninjauan lapangan dianggap penting agar DPRD memperoleh gambaran yang objektif mengenai tingkat kerusakan dan dampaknya terhadap aktivitas warga.

Menurut Alwi, setiap laporan yang menyangkut keselamatan dan kepentingan masyarakat harus ditangani secara serius. Terlebih jika infrastruktur yang mengalami kerusakan merupakan fasilitas yang digunakan warga dalam aktivitas sehari-hari.

“Kami harus memastikan terlebih dahulu bagaimana kondisi sebenarnya. Apakah kerusakannya memang signifikan dan sejauh mana dampaknya terhadap aktivitas masyarakat,” ujar Alwi, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan, kunjungan lapangan nantinya akan melibatkan komisi terkait di DPRD guna memastikan seluruh aspek dapat ditinjau secara menyeluruh. Selain melihat kondisi fisik jembatan, DPRD juga akan mendengarkan langsung keterangan warga yang terdampak agar memperoleh informasi yang lebih lengkap.

Langkah tersebut dinilai penting agar tindak lanjut yang diambil benar-benar berdasarkan fakta di lapangan, bukan sekadar asumsi atau informasi yang berkembang di masyarakat.

Alwi mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Komisi IV DPRD Balikpapan untuk terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan rumah sakit tersebut. Sementara itu, Komisi III juga akan dilibatkan untuk meninjau aspek infrastruktur yang dilaporkan mengalami kerusakan.

Menurutnya, keterlibatan dua komisi tersebut diperlukan agar proses pengawasan dapat berjalan lebih maksimal dan menghasilkan rekomendasi yang tepat.

“Komisi terkait akan kami libatkan untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengar aspirasi warga. Dengan begitu, langkah yang diambil nantinya benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Alwi menegaskan bahwa DPRD tidak akan tinggal diam apabila hasil peninjauan menemukan adanya kerusakan yang cukup serius. Pihaknya siap berkoordinasi dengan instansi teknis terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU), guna mencari solusi dan langkah penanganan yang diperlukan.

Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, terutama jika kondisi infrastruktur yang rusak berpotensi membahayakan pengguna.

“Kita ingin mengetahui terlebih dahulu tingkat kerusakannya. Kalau memang perlu penanganan segera, tentu akan kami koordinasikan dengan dinas terkait,” ujarnya.

DPRD juga akan menelusuri informasi yang beredar mengenai adanya warga, termasuk anak-anak, yang disebut sempat terjatuh akibat kondisi jembatan tersebut. Alwi menilai informasi tersebut perlu diverifikasi secara langsung agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa seluruh laporan yang masuk akan menjadi bagian dari proses pengecekan di lapangan sehingga DPRD dapat memperoleh data yang akurat sebelum mengambil sikap.

Meski proyek pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu masih berlangsung, DPRD memastikan pengawasan akan terus dilakukan, khususnya terhadap dampak yang mungkin timbul bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Yang terpenting saat ini adalah memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Setelah itu baru kita bisa menentukan langkah yang tepat. Jika memang ada dampak yang harus segera ditangani, tentu akan menjadi perhatian kami,” tegas Alwi.

Ia berharap proses pembangunan rumah sakit yang sedang berjalan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan warga sekitar, sehingga pembangunan fasilitas kesehatan tersebut tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

“Kami ingin pembangunan berjalan lancar, tetapi kepentingan dan keselamatan warga juga harus tetap menjadi perhatian. Karena itu, DPRD akan terus mengawal persoalan ini sampai ada kejelasan dan solusi yang terbaik bagi masyarakat,” tutup Alwi.(W/ADV/SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *