AdvertorialDPRD PPU

Bijak dalam Penggunaan Gadget, Thohiron Tekankan Peraturan di Pesantren untuk Santri

nusantarakini.id, PENAJAM – Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, menyampaikan pandangannya tentang penggunaan gadget di lingkungan pesantren, khususnya bagi para santri.

Ia menegaskan bahwa santri tidak perlu dilarang untuk menggunakan gadget, tetapi pesantren perlu menerapkan aturan yang bijak dalam mengatur waktu dan cara penggunaan perangkat tersebut.

Menurut Thohiron, sikap ini penting untuk mendukung perkembangan santri dalam memanfaatkan teknologi tanpa mengabaikan tanggung jawab mereka sebagai pelajar.

“Para santri tidak dilarang menggunakan gadget, namun mereka harus punya keyakinan bahwa gadget memang dibutuhkan tetapi harus dimanfaatkan secara bijak,” ujar Thohiron.

Pernyataan ini menekankan bahwa santri juga memerlukan akses ke teknologi, baik untuk mendapatkan informasi maupun berkomunikasi. Namun, ia mengingatkan agar penggunaan gadget dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak mengganggu proses belajar serta aktivitas di lingkungan pesantren.

Thohiron berpendapat bahwa pengaturan waktu yang tepat untuk penggunaan gadget di pesantren bisa menjadi solusi dalam mengatasi potensi penyalahgunaan.

Menurutnya, gadget dapat menjadi alat yang bermanfaat bagi santri jika digunakan dengan benar, misalnya untuk mencari referensi bacaan atau ilmu pengetahuan yang menunjang pendidikan.

Akan tetapi, tanpa adanya pengawasan yang ketat, penggunaan gadget yang berlebihan bisa mengganggu fokus dan tujuan utama santri di pesantren.

“Pesantren seharusnya tidak perlu melarang santrinya membawa HP, tetapi harus ada aturan kapan waktu yang tepat bagi santri menggunakan HP,” tambah Thohiron.

Dalam hal ini, ia menyarankan agar setiap pesantren memiliki pedoman yang jelas terkait kapan santri diperbolehkan menggunakan gadget. Dengan begitu, pesantren dapat mengatur penggunaan gadget tanpa mengekang hak santri untuk mengakses teknologi yang juga bisa menunjang pembelajaran mereka.

Thohiron mengakui bahwa teknologi dan internet memiliki dua sisi, dapat memberi dampak positif sekaligus menimbulkan risiko jika tidak diawasi dengan baik.

Oleh karena itu, ia menilai penting bagi pesantren untuk menetapkan kebijakan yang menekankan pengawasan dan batasan waktu penggunaan gadget bagi santri. Dengan langkah ini, ia berharap para santri bisa belajar menggunakan teknologi secara bertanggung jawab sejak usia dini. (W/Adv/I)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *