nusantarakini.id, SAMARINDA – Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dapat melakukan pengembangan dan pemerataan pendidikan di Kota Tepian. Khususnya pada wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
Menurutnya, dalam pengembangan fasilitas dan sektor pendidikan seharusnya Pemkot Samarinda dapat memperhatikan kawasan-kawasan 3T. Sehingga ada upaya pemerataan pembangunan baik pada sektor pendidikan maupun sektor lainnya.
Pasalnya, sektor pendidikan pada kawasan 3T bagi dia, bukan hanya tentang sarana dan prasarana pendidikan saja namun tenaga pendidikan juga menjadi hal harus diperhatikan.
“Dalam bidang tenaga pendidiknya juga, artinya guru-guru yang ada di wilayah 3T di Kota Samarinda seperti di perbatasan Bantuas, Sungai Siring, dan Loa Kumbar juga mendapatkan pemerataan serta pembangunan di sektor pendidikan,” ujarnya pada Selasa (27/2/2024).
Terlebih, ia menilai bahwa pentingnya tenaga pendidik yang memiliki kompetensi, khususnya yang berada pada kawasan terpencil. Hal ini dikarenakan tidak bisa mengandalkan tenaga pendidik yang berada di kawasan tengah kota. Mengingat jarak dan akses yang sulit.
Kendati demikian, ia berharap agar Pemkot Samarinda dapat memecahkan persoalan pemerataan pendidikan baik fasilitas penunjang maupun peningkatan kualitas SDM tenaga pendidik yang berada di kawasan 3T.
“Pembangunan harus betul-betul merata dan tidak ada lagi perbedaan, serta secara otomatis akan menghilangkan yang namanya identitas sekolah unggulan, identitas sekolah unggulan itu harusnya tidak ada,” pungkasnya. (W/Adv/RK)




