nusantarakini.id, SAMARINDA – Rencana pembangunan Rumah Sakit Islam Internasional di kawasan Hotel Atlet mendapat dukungan dari DPRD Kalimantan Timur. Namun, Komisi IV mengingatkan agar proyek ambisius tersebut tak sekadar berpusat di kota, melainkan harus menjadi awal pemerataan layanan hingga pelosok.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menilai kehadiran rumah sakit baru di Samarinda memang mendesak, namun bukan berarti menutup mata dari realitas ribuan desa yang masih kekurangan akses kesehatan.
“Kita sambut baik rencana RS Islam Internasional, tapi jangan hanya terfokus di kota besar. Kaltim ini luas, dan banyak saudara kita di pedalaman belum mendapat layanan layak,” tegas Damayanti, Kamis (10/7/2025).
Ia menyoroti fakta bahwa RSUD Abdul Wahab Sjahranie yang menjadi rujukan utama di Samarinda pun masih menghadapi keterbatasan kapasitas. Hal ini menunjukkan perlunya ekspansi layanan bukan hanya dari segi jumlah, tapi juga distribusi fasilitas yang merata.
“Kalau hanya satu rumah sakit besar di kota, tidak cukup. Kebutuhan pasien terus naik, sementara daerah lain masih tertinggal,” ujarnya.
Damayanti berharap pembangunan rumah sakit ini menjadi momentum awal perbaikan menyeluruh terhadap infrastruktur kesehatan. Ia meminta agar alokasi anggaran tahun depan tak terpusat di perkotaan, tetapi juga menyentuh wilayah perbatasan dan desa terpencil.
“Kita ingin keadilan dalam pelayanan. Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk sektor kesehatan harus menyentuh seluruh warga Kaltim, tanpa terkecuali,” pungkasnya. (W/ADV/SR).




