AdvertorialDPRD Balikpapan

DPRD Balikpapan Soroti Menurunnya Minat Generasi Muda di Sektor Pertanian

nusantarakini.id, BALIKPAPAN – Sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional menghadapi tantangan baru. Selain persoalan lahan dan modernisasi, berkurangnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian kini menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk DPRD Kota Balikpapan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik, menilai perubahan pola pikir dan pilihan pekerjaan generasi muda menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan sektor pertanian semakin ditinggalkan. Banyak anak muda lebih tertarik bekerja di sektor industri yang dianggap mampu memberikan penghasilan lebih besar dan peluang karier yang lebih menjanjikan.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di daerah perkotaan, tetapi juga dirasakan di kawasan pedesaan yang selama ini menjadi sentra pertanian.

“Orang melakukan sesuatu tentu melihat sektor mana yang dianggap lebih menjanjikan dari sisi pendapatan. Saat ini banyak generasi muda yang lebih memilih bekerja di sektor industri dibandingkan bertani,” ujar Japar, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, fenomena urbanisasi turut mempercepat berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian. Banyak anak-anak dari desa yang melanjutkan pendidikan ke kota, namun setelah lulus memilih menetap dan bekerja di wilayah perkotaan dibanding kembali mengelola lahan pertanian milik keluarga mereka.

Akibatnya, regenerasi petani berjalan lambat dan jumlah tenaga produktif yang mengelola sektor pertanian terus berkurang dari tahun ke tahun.

“Anak-anak desa setelah sekolah atau kuliah di kota itu banyak yang tidak kembali lagi ke pertanian. Mereka memilih pekerjaan lain yang dianggap lebih menjanjikan,” katanya.

Selain faktor sumber daya manusia, Japar juga menyoroti semakin maraknya alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri maupun kawasan pengembangan lainnya. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa orientasi pembangunan dan pilihan ekonomi masyarakat telah mengalami perubahan yang cukup signifikan.

“Sekarang kita lihat di beberapa daerah, lahan pertanian sudah banyak berubah menjadi kawasan industri. Ini menunjukkan adanya pergeseran pilihan pekerjaan dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, Japar menegaskan sektor pertanian tetap memiliki peran strategis dan tidak boleh ditinggalkan. Menurutnya, berbagai inovasi perlu terus didorong agar dunia pertanian menjadi lebih menarik, produktif, dan mampu memberikan keuntungan yang kompetitif bagi para pelakunya.

Ia menilai pemanfaatan teknologi modern menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus menarik minat generasi muda agar kembali melirik sektor pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

“Kalau pertanian ini harus ada inovasi supaya hasilnya juga bisa lebih baik. Dengan teknologi dan metode yang tepat, produktivitas tentu bisa meningkat,” jelasnya.

Japar mencontohkan penggunaan bibit unggul, teknologi pertanian modern, hingga sistem budidaya yang lebih efisien dapat membantu mempercepat masa panen dan meningkatkan hasil produksi petani.

“Misalnya dulu masa panennya enam bulan, kalau bisa dipercepat menjadi tiga bulan tentu hasilnya lebih cepat dinikmati dan lebih menguntungkan,” katanya.

Untuk wilayah perkotaan seperti Balikpapan yang memiliki keterbatasan lahan, Japar juga mendorong pengembangan konsep urban farming atau pertanian perkotaan. Menurutnya, metode tersebut dapat menjadi solusi agar masyarakat tetap bisa memanfaatkan lahan sempit untuk menghasilkan produk pertanian yang bernilai ekonomi.

“Di kota bisa menggunakan konsep urban farming. Meski lahannya terbatas, tetap bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian yang produktif,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat bersama-sama mendorong inovasi di sektor pertanian agar tetap berkembang di tengah perubahan zaman. Dengan dukungan teknologi dan pola pengelolaan yang lebih modern, sektor pertanian diyakini masih memiliki prospek besar sebagai salah satu penopang perekonomian dan ketahanan pangan.

“Pertanian tidak boleh ditinggalkan. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana membuat sektor ini lebih modern, lebih produktif, dan lebih menarik bagi generasi muda sehingga lahan yang ada tetap dimanfaatkan dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tutup Japar Sidik. (W/ADV/SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *