nusantarakini.id, PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) lokal guna menyambut proyek besar Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pengembangan Bandara VVIP.
Dalam upaya ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Syahrudin M Noor, menekankan pentingnya memberikan pelatihan dan pendidikan yang sesuai untuk mempersiapkan putra-putri daerah agar dapat bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Syahrudin M Noor menjelaskan bahwa pengembangan SDM lokal merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan bahwa masyarakat PPU dapat berkontribusi langsung dalam proyek IKN dan Bandara VVIP.
“Tentu ada pelatihan-pelatihan baik hard skill maupun soft skill secara khusus supaya nanti begitu ada penerimaan tinggal menyorong yang ada karena kita punya kok tenaga kerja berkualitas yang sudah kita didik dan punya dedikasi yang tinggi tentunya,” ujarnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa DPRD PPU sangat fokus pada pengembangan keterampilan teknis dan non-teknis yang diperlukan dalam industri penerbangan dan bandara.
Lebih lanjut, Syahrudin menegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan ini harus dilakukan melalui kerjasama yang erat dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Ini dilakukan pendidikan itu harus ada kerjasama dengan Kemenhub, makanya kuota itu nanti paling tidak karena itu rekrutmennya saya lihat terhadap wilayah yang terdampak,” jelasnya.
Menurutnya, kerjasama dengan Kemenhub akan memastikan bahwa pelatihan yang diberikan sesuai dengan standar dan kebutuhan industri penerbangan.
Syahrudin juga menyatakan bahwa salah satu tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memastikan bahwa SDM lokal siap dan memenuhi kualifikasi ketika ada penerimaan tenaga kerja baru di Bandara VVIP.
“Saya kira kita berupaya meloloskan orang-orang yang sudah punya kemampuan dan sudah dilatih,” tambahnya.
Dengan demikian, putra-putri daerah yang telah mendapatkan pelatihan akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk diterima bekerja di sektor-sektor yang berkaitan dengan pengoperasian bandara.
Upaya pengembangan SDM ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mencakup penguatan semangat dan motivasi bagi generasi muda PPU. Syahrudin berharap bahwa dengan dukungan yang tepat, SDM lokal dapat memiliki daya saing yang tinggi dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap tuntutan pekerjaan di industri penerbangan. (W/Adv/I)




