nusantarakini.id, PENAJAM – Masyarakat Penajam Paser Utara (PPU) menyimpan harapan besar terhadap rencana pembangunan Jembatan Gresik-Buluminung. Anggota DPRD PPU, Syarifudin HR, menegaskan bahwa perencanaan ini telah ada sejak era Bupati Yusran dan terus berlanjut hingga masa kepemimpinan Bupati Andi Rahap beberapa tahun lalu.
Syarifudin HR menyampaikan harapannya agar rencana pembangunan jembatan ini segera terealisasi. Ia yakin bahwa jembatan tersebut memiliki potensi besar untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di wilayah PPU.
“Kita berharap pemerintah pusat memikirkan ini, supaya PPU itu tidak jadi kota mati nanti, karena seperti kota mati ini kelihatannya sekarang. Coba jalan saja malam-malam jam 21.00 sudah sepi,” ujarnya.
Menurut Syarifudin, akses ini juga diharapkan dapat memacu perkembangan Kawasan Industri Buluminung (KIB). Ia menekankan pentingnya pembangunan jalan pendekatan antara Gresik dan Penajam untuk meningkatkan mobilitas dan konektivitas wilayah.
“Jadi nanti itu jangan cuma di sana dibangun, tapi juga di Kawasan Industri Buluminung (KIB) dan ini juga harus ada jembatan pendekatan Gresik-Penajam,” tegasnya.
Dia berharap, Pemerintah Pusat dapat memprioritaskan pembangunan jembatan ini, sehingga PPU dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan nasional. Dengan infrastruktur yang memadai, diharapkan wilayah PPU akan menjadi lebih hidup dan berkembang di masa depan.
Perencanaan jembatan ini memang sudah berlangsung lama, dimulai dari zaman Bupati Yusran dan dilanjutkan oleh Bupati Andi Rahap. Syarifudin berharap, rencana tersebut dapat segera diwujudkan agar PPU tidak menjadi kota mati dan justru berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi yang dinamis. (W/Adv/I)




