nusantarakini.id, Penajam – Padatnya pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kaltim membuat Penajam Paser Utara (PPU) menghadapi tantangan besar dalam penyediaan fasilitas bagi atlet.
Di tengah berlangsungnya kompetisi, Anggota Komisi I DPRD PPU, Abd Rahman Wahid, menyoroti penuh sesaknya hotel dan penginapan yang membuat sejumlah kontingen kesulitan mendapatkan akomodasi layak.
Menurut Wahid, keterbatasan fasilitas ini bukan hal yang tiba-tiba terjadi. Dengan jumlah peserta POPDA dari berbagai kabupaten/kota yang mencapai ribuan atlet, sudah selayaknya pemerintah daerah dan pemangku kepentingan olahraga melakukan perencanaan lebih matang.
“Kemampuan kita juga bergantung pada hotel-hotel yang ada, dan sekarang hotel-hotel itu sudah penuh semua. Penginapan juga penuh,” ujarnya.
Ia menilai situasi seperti ini harus menjadi pelajaran penting, mengingat POPDA merupakan agenda rutin dua tahunan yang jadwalnya sudah ditetapkan jauh hari. Keterbatasan akomodasi seharusnya dapat diantisipasi melalui koordinasi lintas instansi dan pemanfaatan alternatif lokasi penginapan yang lebih terstruktur.
Wahid menegaskan bahwa koordinasi antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) PPU dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) harus diperkuat. Ia menyebut kedua lembaga ini memiliki peran strategis dalam memastikan pelaksanaan POPDA berjalan lancar dan kebutuhan atlet terpenuhi.
“Seharusnya koordinasi antara KONI dan Dinas Pendidikan dan Olahraga ditingkatkan lebih baik lagi,”lanjutnya.
Menurutnya, koordinasi yang baik dapat meliputi pemetaan kebutuhan penginapan sejak awal, pendataan jumlah atlet per cabang olahraga, hingga pengajuan rencana akomodasi kepada pemerintah daerah. Selain itu, fasilitas sekolah, asrama, dan gedung publik dapat dipersiapkan sejak dini sebagai opsi tambahan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah peserta. (W/ADV/SR)




