nusantarakini.id, SAMARINDA – Maraknya anak jalanan (anjal) yang berada dipersimpangan lampu merah merupakan permasalahan yang belum tuntas. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain.
Menurutnya, anak jalanan tersebut merupakan tanggung jawab bersama dan juga tanggung jawab dari Negara. Sehingga ia mendorong keberlangsungan masa depan anak sebagai salah satu hal yang menjadi prioritas.
“Tiap jam itu Satpol saya lihat di pinggir-pinggir jalan jaga dia, mereka itu bukan musuh mereka itu anak bangsa yang harus diberikan kesempatan,” ucapnya, Senin (25/3/2024).
Bagi dirinya, pelaku yang berani memanfaatkan anak sebagai alat mencari uang merupakan perbuatan yang tidak senonoh. Terlebih anak merupakan generasi bangsa yang diharapkan memiliki masa depan. Sehingga dengan keras ia meminta untuk pelaku dapat ditindak tegas.
“Saya jengkel anak-anak masih kecil kan seharusnya sekolah, dan bukan di pinggir jalan, jadi fokusnya jangan sama anak-anaknya tapi fokus siapa yang nyalurkan itu,” tegasnya.
Sebagai upaya menjaga dan merawat keberlangsungan masa depan setiap anak. Pihak berwajib setidaknya dapat mencari oknum tersebut, sebab menurutnya hal itu merupakan peran dari aparat berwajib dalam mengamankan oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Kalau Polisi tidak mampu, Tentara Densus cari itu bandarnya pasti ada yang menyuruh anak itu, tidak mungkin dia mau disitu mereka takut itu dekat mobil dekat motor tapi dipaksa dan diancam,” ucapnya.
Lanjutnya, ia merasa resah melihat anak-anak tersebut. Karena ia meyakini, jika anak tersebut juga dalam rasa ketakutan dan diusia seperti mereka tidak harus berada di tengah jalan dan berpanas-panasan.
“Pasti lebih baik dia tidur di rumah ngapain dia kayak gitu panas-panasan kena asap mana mau dia, tapi pasti ada pihak pelaku jadi saya minta ditindak keras itu bandar penyalur anak di simpang-simpang itu,” tuturnya.
Kendati demikian, para pelaku pemanfaatan anak-anak tersebut setidaknya dapat diberi hukuman berat agar oknum tersebut dapat merasa jera dan tidak mengulangi perbuatannya.
“Saya sangking jengkelnya itu, mereka penjahat paling keji, anak-anak itu mana mau sampai dibegitukan. Dan saya harap pihak berwajib dapat tindak tegas para pelaku tersebut,” pungkasnya. (W/Adv/RK)




