nusantarakini.id, SAMARINDA – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian longsor yang terjadi di area proyek terowongan.
Ia mengaku cukup terkejut, meski sebelumnya pihaknya sudah mengingatkan potensi kerawanan pada titik tersebut.
“Kami memang dari awal ragu dengan kemiringan area inlet itu. Ternyata kekhawatiran kami terbukti,” ujarnya. Rabu (21/05/2025)
Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pengerjaan proyek berskala besar seperti ini. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada kompromi dalam hal keamanan.
“Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas utama. Ini proyek besar dan tidak boleh ada kompromi soal keamanan,” tegasnya.
Deni menyoroti fakta bahwa longsor sudah terjadi meski terowongan belum sepenuhnya dibuka. Hal ini, kata dia, bisa memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
“Kita belum buka terowongannya, tapi longsor sudah terjadi di luar. Ini kan memicu kekhawatiran warga. Maka kami minta semua pihak memastikan struktur betul-betul aman dan semua tahapan uji harus dilalui dengan benar,” lanjutnya.
Ia pun mendorong agar kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, agar tidak terulang kembali di masa mendatang, terlebih jika menyangkut keselamatan warga.
“Ini harus jadi pelajaran besar, jangan sampai kejadian seperti ini berulang, apalagi dengan risiko terhadap keselamatan warga,” pungkas Deni.
Komisi III DPRD Samarinda berencana memanggil pihak terkait dalam waktu dekat untuk meminta penjelasan lebih lanjut sekaligus mendorong evaluasi teknis terhadap seluruh struktur proyek. (W/ADV/Rangga)




