nusantarakini.id, Kutai Kartanegara – Kegiatan reses DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) yang dilaksanakan serentak oleh 45 anggota dewan pada 4-8 Agustus 2025 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Salah satunya datang dari Desa Sebulu Ulu, Kecamatan Sebulu, ketika Anggota DPRD Kukar dari Dapil II, Muhammad Idham, melakukan kunjungan dan berdialog langsung dengan warga.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat tidak hanya menyampaikan persoalan infrastruktur pendidikan, tetapi juga kebutuhan mendesak di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu usulan yang paling banyak disuarakan adalah dukungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya kelompok ibu-ibu yang bergerak di bidang usaha kuliner dan catering.
Idham mengungkapkan bahwa mayoritas permintaan warga berkaitan dengan penyediaan fasilitas penunjang usaha.
Kata dia, peralatan memasak dan perlengkapan catering dinilai sangat dibutuhkan agar usaha rumahan yang sudah berjalan dapat berkembang lebih baik.
“Banyak ibu-ibu di sini yang punya usaha catering dan masakan rumahan. Mereka meminta difasilitasi, terutama soal peralatan usaha agar produksi mereka lebih maksimal dan bisa meningkatkan pendapatan keluarga,” jelasnya pada Rabu (13/8/2025).
Ia menambahkan, penguatan sektor UMKM ini sangat penting, terutama di desa yang memiliki potensi sumber daya manusia kreatif.
Menurutnya, dukungan berupa alat produksi, pelatihan, hingga akses pasar akan mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kalau ibu-ibu ini didukung dengan fasilitas yang memadai, tentu usahanya akan lebih maju. Ini bukan hanya tentang ekonomi keluarga, tapi juga membuka peluang kerja dan memperkuat ekonomi lokal di Sebulu Ulu,” tambahnya.
Lebih lanjut, Idham berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi tersebut agar bisa terakomodasi melalui program pemerintah daerah maupun melalui dana pokok pikiran (pokir) dewan.
“Pemberdayaan UMKM harus menjadi salah satu prioritas, karena perannya yang besar dalam menopang ekonomi masyarakat di tingkat desa,” pungkasnya. (W/ADV/JS)




