nusantarakini.id, PENAJAM – Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, mengusulkan agar pemerintah mulai mengadopsi pola pendidikan pesantren sebagai pendekatan yang lebih sesuai dengan kultur masyarakat Indonesia.
Menurutnya, sistem pendidikan pesantren telah menunjukkan keberhasilan dalam menjaga karakter dan nilai-nilai yang sejalan dengan budaya lokal, dan sudah seharusnya diambil sebagai model pendidikan nasional.
“Ini menunjukkan bahwa prototipe atau kultur di Indonesia lebih cocok dengan pola pendidikan pesantren. Mestinya ini yang diadopsi oleh pemerintah,” kata Thohiron.
Ia meyakini bahwa sistem pendidikan pesantren mampu menjadi penyeimbang dari perkembangan zaman yang cenderung mengabaikan nilai-nilai budaya dan agama.
Thohiron menambahkan bahwa pendidikan pesantren menawarkan kurikulum yang tidak hanya mengedepankan akademik, tetapi juga memperhatikan aspek moral dan spiritual yang relevan dengan nilai-nilai masyarakat Indonesia.
Thohiron berharap pemerintahan baru dapat melihat pendidikan pesantren sebagai contoh untuk mengembangkan kebijakan pendidikan yang lebih holistik. Menurutnya, banyak negara mulai memadukan aspek nilai budaya dan religius dalam kurikulum pendidikan, namun Indonesia sendiri masih perlu mendorong kebijakan serupa.
“Mudah-mudahan kementerian yang baru ini mengadopsi pola-pola pendidikan yang ada di pesantren,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pola pendidikan yang diterapkan di pesantren mengutamakan nilai-nilai agama dan kedisiplinan yang dianggap penting bagi pembentukan karakter anak-anak.
Sistem asrama, yang umumnya menjadi bagian dari metode pendidikan di pesantren, membentuk pribadi yang mandiri serta mampu mengatur waktu dengan baik.
Thohiron menekankan bahwa pendekatan pendidikan yang hanya berfokus pada prestasi akademik saja cenderung mengabaikan pendidikan karakter, sehingga pendidikan di pesantren memberikan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan emosional. (W/Adv/I)




