AdvertorialDPRD PPU

Wakidi Sebut Implementasi SLP di PPU Harus Dapat Panduan Jelas dari Pemerintah Pusat

nusantarakini.id, PENAJAM – Rencana pendirian Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) di Penajam Paser Utara (PPU) menarik perhatian Ketua Komisi II DPRD PPU, Wakidi, yang menyoroti perlunya persiapan matang sebelum pelaksanaannya.

Menurut Wakidi, konsep SLP sebagai bagian dari kurikulum baru layak diapresiasi, namun ia menekankan pentingnya panduan yang tegas dari pemerintah pusat sebelum langkah implementasi diambil.

“Sebenarnya itu kan kurikulum baru, jadi bisa juga diterapkan kalau ada contohnya dari provinsi atau dari pusat,” ungkapnya.

Wakidi menegaskan bahwa konsep yang komprehensif dan panduan yang jelas dari pemerintah pusat adalah krusial sebelum SLP dapat dijalankan secara efektif. Panduan tersebut menjadi pondasi utama dalam memastikan kesuksesan program serta menghindari potensi hambatan dalam proses implementasi.

“Tetapi, itu konsepnya harus lengkap dulu. Ada tidak dari pusat yang bisa menjadi percontohan dan ada petunjuk umum serta juknisnya. Kalau itu bisa, saya kira itu bisa saja untuk dilaksanakan,” jelasnya.

Selain itu, Wakidi juga menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menjalankan program ini. Baginya, keberhasilan SLP tidak hanya bergantung pada konsepnya, tetapi juga pada kesiapan dan kompetensi para pelaksana di lapangan.

“Tetapi itu harus ada panduannya dari pusat, kalau enggak ada kita harus mereka-reka sendiri dan kita nanti kebingungan. Bisa saja inovasi diolah, tetapi itu kan mesti ada SDM yang menggarap itu,” tegasnya.

Dengan demikian, Wakidi menekankan bahwa kesuksesan implementasi SLP bergantung pada kesiapan yang komprehensif, mulai dari konsep hingga kesiapan SDM yang terlibat dalam pelaksanaan program.

“Mesti ada konsep hingga praktiknya harus lengkap itu. Kalau SDM-nya sudah siap yah boleh saja. Namanya juga program, jangan asal-asalan aja, nanti malah enggak jadi,” paparnya.

Oleh karena itu, pendirian SLP di PPU perlu diiringi oleh persiapan yang matang dari berbagai aspek agar dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk karakter dan nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda. (W/Adv/I)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *