nusantarakini.id, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi mengusulkan penambahan embun atau kolam retensi di Hulu Sungai Karang Mumus guna mengatasi permasalahan banjir di Kota Samarinda.
Subandi menilai, usulan tersebut strategis karena lokasi tersebut merupakan salah satu sumber aliran air terbesar yang mengalir menuju pusat Kota Samarinda.
“Saya mengusulkan kemarin melalui Musrenbang itu, bahwa kita harus menambah fasilitas pengendalian banjir untuk Samarinda. Menambah kolam retensi, folder, atau istilah Pak Gubernur kemarin itu embung, itu bahasa beliau,” terangnya, Selasa (20/5/2025).
Subandi juga menjelaskan jika pembangunan embung idealnya berada di kawasan hulu Sungai Karang Mumus atau berada dekat Bandara APT Pranoto yang seyogyanya memiliki potensi daya tampung air yang cukup besar.
“Posisinya itu di atas Bandara Sungai Siring. Di Karang Mumus-nya, masuk Kukar itu. Nah di wilayah Kukar itu sebenarnya harus dibangun embung. Karena sumber air terbanyak yang mengalir ke Samarinda itu dari hulu Karang Mumus,” ucapnya.
Ia menyarankan agar Pemprov Kaltim dapat membangun embung di sana, karena akan memberikan dampak yang signifikan dalam mengendalikan banjir di pusat kota. Subandi juga mendorong agar usulan ini dimasukkan dalam prioritas perencanaan anggaran tahun 2026, baik dari APBD provinsi maupun dukungan dari pusat.
“Selain itu, pembangunan infrastruktur pendukung lainnya seperti saluran drainase dan pompa air di titik-titik rawan banjir dalam kota juga sangat penting,” pungkasnya.
Namun Politikus asal PKS tersebut menegaskan bahwa solusi jangka panjang tetap harus menyasar akar masalah, yaitu pengendalian air sejak dari hulu.
“Drainase dan pompa memang penting, tapi itu hanya mereduksi dampak. Kita harus berpikir dari hulu ke hilir. Kalau volume air bisa dikendalikan dari atas, maka beban drainase di kota akan jauh berkurang,” tutupnya. (W/ADV/SR).




