nusantarakini.id, SAMARINDA – Isu pemekaran wilayah Samarinda Seberang menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) kembali mencuat. Meski wacana ini telah bergulir sejak tahun 2017, hingga kini belum ada kepastian dari pemerintah pusat terkait realisasinya.
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemekaran tersebut.
Menurutnya, dengan jumlah penduduk Samarinda yang terus meningkat, pemekaran wilayah menjadi salah satu solusi untuk mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.
“Dengan jumlah penduduk Samarinda yang besar, pemekaran menjadi solusi untuk meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan,” jelas Samri..
Ia mengatakan bahwa kesiapan di tingkat daerah sudah cukup matang. Hanya saja, belum ada sinyal dari pemerintah pusat untuk membuka kembali kesempatan pembentukan DOB.
“Mungkin karena pertimbangan anggaran, sehingga mereka belum buka DOB. Kita yang di daerah sudah siap. Tinggal menunggu dibukanya kesempatan dari pemerintah pusat,” ungkapnya.
Terkait identitas wilayah baru, Samri menyebutkan rencana sayembara penentuan nama dan lambang daerah jika pemekaran disetujui.
“Untuk penetapan nama akan kita sayembara lagi, termasuk lambangnya. Namun ini masih sebatas rencana awal,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa pemekaran merupakan langkah strategis dalam menutupi berbagai kekosongan administrasi dan pembangunan di kawasan Samarinda Seberang.
“Pemekaran menjadi langkah strategis untuk menutupi kekosongan tersebut,” tandasnya.
Sebagai informasi, Samarinda Seberang merupakan kawasan yang memiliki sejarah panjang dan letak geografis yang strategis, namun masih kerap menghadapi ketimpangan pembangunan dibanding wilayah pusat kota. (W/ADV/Rangga)




