Opini

Komite September Hitam Kaltim Gelar Diskusi Bumi Etam yang Mencekam Rakyat

nusantarakini.id, Samarinda – Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan salah satu pembahasahan yang tidak ada akhirnya diberbagai diskursus perpolitikan nasional.

Sejumlah peristiwa kelam HAM di Bulan September dari masa ke masa masih nyata dalam ingatan bangsa Indonesia

Kemudian ini sangat mengingatkan negara untuk memenuhi tanggung jawabnya. Mulai dari tragedi pembantaian 1965-1966, tragedi Tanjung Priok 1984, tragedi Semanggi II 1999, Pembunuhan Munir 2004, hingga tragedi Reformasi Dikorupsi, Pembunuhan Salim Kancil, serta pembunuhan Pendeta Yeremia.

Dalam peristiwa yang terjadi di Bulan September ini sering disebutkan sebagai September Hitam, oleh kalangan pejuang HAM.

Komite September Hitam gelar diskusi rakyat dalam menyambut September Hitam sebagai bentuk pengingat penting akan tantangan yang pernah dihadapi oleh bangsa Indonesia.

Diskusi ini diadakan di Gerbang Universitas Mulawarman (Unmul) yang menghadirkan Presiden BEM KM Unmul Naufal Banu Titra Satria, Akademisi Unmul Herdiansyah Hamzah, dan Aksi Kamisan Kaltim Wawan sebagai Narasumber dalam diskusi tersebut.

Humas Komite September Hitam Maulana, menjelaskan dalam kegiatan ini terdapat dua agenda yaitu diskusi persoalan bumi Etam yang mencekam masyarakat dan di lanjut untuk malam hari ialah Panggung September Hitam sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap Negara.

“Kegiatan Panggung September Hitam nanti ada beberapa penampilan dalam rangkai menyampai ialah puisi, orasi, serta teater. Hal ini juga kami ingin mengajak teman teman organisasi dan elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, maulana mengingatkan kepada pemerintah terkait banyaknya kasus-kasus yang belum terselesaikan oleh bangsa Indonesia.

“Sampai saat ini belum ada upaya sungguh-sungguh dari Pemerintah dan Presiden untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM yang berat,” tutupnya. (Ihsan/nusantarakini.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *