AdvertorialDPRD Kukar

Muhammad Idham Kawal Pembangunan RKB di SDN 011 Jembayan, Tegaskan Pentingnya Skala Prioritas

nusantarakini.id, Kutai Kartanegara – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Komisi IV, Muhammad Idham, menaruh perhatian serius terhadap kondisi fasilitas pendidikan di wilayah tersebut. Salah satunya adalah SDN 011 Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, yang kondisinya masih sangat memprihatinkan.

Dia mengungkapkan bahwa sekolah tersebut telah masuk dalam perencanaan pembangunan ruang kelas baru (RKB) pada tahun anggaran 2026.

“SDN 011 memang kondisinya menyedihkan. Tapi insya Allah, di tahun 2026 sekolah itu akan mendapatkan tiga ruang kelas baru, termasuk satu unit rumah dinas kepala sekolah,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).

Idham menambahkan, hal ini sudah masuk dalam daftar prioritas Dinas Pendidikan berdasarkan hasil pertemuan bersama di Samarinda. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya mengawal usulan tersebut agar benar-benar terealisasi dan tidak hilang dari daftar program.

“Kita akan kawal betul supaya jangan sampai hilang. Sayang sekali kalau sekolah yang kondisinya sudah darurat seperti ini tidak segera diperbaiki. Anak-anak kita berhak mendapat tempat belajar yang layak,” tegasnya.

Lebih lanjut, politikus PKS ini menyoroti penggunaan anggaran pendidikan yang menurutnya masih perlu diperbaiki dalam hal pemetaan urgensi.

Dia mencontohkan, masih ada sekolah yang sudah memiliki ruang kelas memadai, namun tetap mendapat fasilitas sekunder seperti televisi berukuran besar dengan nilai anggaran mencapai ratusan juta rupiah.

“Kadang sekolah yang lokalnya sudah bagus, tahun depannya dikasih TV besar. Padahal harganya bisa Rp150 juta lebih. Kalau ada sepuluh unit, sudah Rp1,5 miliar. Dengan dana sebesar itu, kita bisa membangun enam sampai tujuh ruang kelas baru untuk sekolah lain yang jauh lebih membutuhkan,” ungkapnya.

Ia menekankan, pengadaan barang seperti televisi tidaklah mendesak dibandingkan dengan pembangunan ruang kelas baru. Menurutnya, kebijakan harus berfokus pada kebutuhan yang benar-benar mendukung kegiatan belajar-mengajar, terutama di sekolah-sekolah yang masih kekurangan fasilitas dasar.

“Yang lebih penting itu membangun ruang kelas dulu. TV itu tidak perlu, apalagi kalau nilainya sampai ratusan juta. Lebih baik dialihkan untuk pembangunan sekolah yang kondisinya belum layak,” katanya.

Idham juga mendorong adanya pemetaan kebutuhan yang lebih komprehensif dan berbasis pada urgensi di lapangan. Ia menilai banyak sekolah di Kukar yang masih mengalami kekurangan lokal, sehingga perlu langkah nyata untuk memastikan pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan.

“Dorongannya memang harus ke pemetaan urgensinya. Hasil tinjauan kita ke lapangan, rata-rata masih banyak sekolah yang belum layak. Maka fokus kita adalah memastikan ruang kelas baru bisa segera terealisasi,” tutupnya. (W/ADV/JS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *