AdvertorialDPRD Samarinda

Pernikahan Dini Bisa Jadi Bom Waktu Bagi Generasi Muda, Sani Ingatkan Pentingnya Edukasi Sejak Dini

nusantarakini.id, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain menyebutkan bahwa pernikahan dini akan berdampak buruk bagi kesehatan dan masa depan keluarga.

Ia menilai jika pernikahan dini akan berdampak buruk bagi kesehatan si anak dan ibu muda. Sebab, anak yang lahir dari rahim ibu yang muda berpeluang besar terkena stunting.

“Itu yang saya maksud itu tidak baik bagi kesehatan keluarga, apalagi kalau sudah terkena stunting yang kasihan itu anaknya,” ungkapnya, Jumat (23/2/2024).

Begitu juga dengan kondisi si ibu, menurutnya, dengan usia yang muda tentu rahim yang dimiliki juga belum matang dan belum siap untuk mengandung dan melahirkan bayi. Ia beranggapan bahwa pernikahan dini adalah gerbang perusak masa depan setiap anak.

“Pernikahan dini bukan hanya merenggut kesehatan fisik anak, tapi juga merenggut masa depan dan potensi mereka,” ucapnya.

Lebih lanjut, untuk mengantisipasi kasus pernikahan dini di Kota Samarinda harus ada kolaborasi antara Pemkot Samarinda dan masyarakat untuk saling memberikan edukasi dan pemahaman terkait bahaya nikah muda.

“Ini tanggung jawab bersama, bukan cuma pemerintah tapi juga seluruh elemen masyarakat, yang paling penting itu adalah generasi muda yang harus mendapatkan edukasi ini,” tuturnya.

Politikus PKS itu menilai bahwa pernikahan dini bukan hanya sekedar kasus yang membahayakan anak muda saja tapi bisa menjadi bom waktu bagi daerah yang angka pernikahan dininya tinggi. Sehingga diperlukan upaya-upaya solutif dalam mengatasi persoalan ini.

“Ini bukan hanya mengancam kesehatan tapi mengancam masa depan generasi bangsa kita, kalau generasi bangsa kita sudah rusak otomatis daerah juga akan terdampak,” pungkasnya. (W/Adv/RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *