nusantarakini.id, SAMARINDA – Keberhasilan Kalimantan Timur meraih posisi kedua dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kurash menjadi alarm positif bagi masa depan olahraga asal Asia Tengah ini di daerah. Namun, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, menegaskan bahwa euforia prestasi tak boleh membuat pembinaan lengah.
Sapto yang juga menjabat Ketua Pengprov Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Kaltim menilai, momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperbaiki tata kelola organisasi dan sistem pembinaan atlet di semua tingkatan.
“Kita tidak bisa hanya puas dengan prestasi. Justru setelah ini, kita harus bergerak lebih serius, mulai dari pembenahan organisasi hingga regenerasi atlet,” tegas Sapto, Senin (14/7/2025).
Ia mengungkapkan, saat ini masih banyak kepengurusan Ferkushi di kabupaten/kota yang belum tertata optimal. Struktur yang belum sempurna menjadi kendala dalam pembinaan yang terarah.
“Kalau kita ingin hasil maksimal di event nasional seperti PON, maka pondasi organisasinya harus kuat lebih dulu. Ini yang sedang kita evaluasi,” ujarnya.
Rencana evaluasi akan dimulai dengan pemanggilan para pengurus daerah untuk memetakan kendala dan merumuskan solusi. Ia menyebut, strategi pembinaan yang efektif hanya bisa lahir dari pemahaman utuh terhadap kondisi di lapangan.
Terkait peluang Kurash tampil di PON 2028 yang akan digelar di NTB dan NTT, Sapto mengatakan masih menunggu kejelasan dari tuan rumah maupun PB Ferkushi.
“Kita harap Kurash bisa masuk nomor resmi di PON 2028. Tapi semua tergantung kesiapan daerah penyelenggara,” ucapnya.
Sapto menambahkan, capaian Kurash Kaltim hari ini merupakan hasil proses panjang sejak tiga periode kepengurusan. Ia menyebut baru pada periode saat ini, kepengurusan Pengprov Ferkushi Kaltim dikukuhkan secara resmi.
“Kami ingin Kaltim jadi barometer Kurash nasional. Ini bukan soal satu event, tapi soal arah pembinaan jangka panjang,” tandasnya. (W/ADV/SR).




