nusantarakini.id, Kutai Kartanegara – Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Sopan Sopian, menyoroti ketidaksesuaian antara kebutuhan sekolah dengan bantuan yang dikirimkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar di berbagai kecamatan.
Hal ini, ia temukan saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kecamatan dan bertemu langsung dengan perwakilan UPTD Disdikbud Kukar.
Menurutnya, banyak sekolah yang sebenarnya membutuhkan tambahan ruang belajar karena jumlah murid yang tinggi, namun justru mendapatkan bantuan berupa meja dan kursi, yang tidak menjadi prioritas utama.
“Beberapa sekolah yang mestinya dapat tambahan ruang belajar, malah datangnya mobiler. Jadi memang permintaan dan bantuan yang turun tidak sesuai kebutuhan real di lapangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selain kebutuhan ruang belajar, banyak infrastruktur sekolah yang kondisinya memprihatinkan karena belum tersentuh perbaikan.
Padahal, hal ini sangat berdampak terhadap proses belajar mengajar.
“Banyak sekolah rusak dan belum ada sentuhan perbaikan. Ini harus jadi perhatian,” lanjutnya.
Sopan menegaskan, dana 20 persen dari APBD yang dialokasikan untuk pendidikan harus benar-benar dioptimalkan dan tepat sasaran.
Ia mendorong, Disdikbud Kukar melakukan pemetaan kebutuhan secara lebih akurat dan mendengarkan langsung aspirasi dari sekolah-sekolah.
“Tidak harus semuanya dipenuhi sekaligus, tapi harus bertahap dan sesuai dengan prioritas. Karena tiap sekolah punya kebutuhan berbeda,” pungkasnya. (W/ADV/JS)




