nusantarakini.id, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi menyoroti kesiapan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terhadap proyek normalisasi Sungai Mahakam.
Ia mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim tahun 2026 diprediksi mencapai Rp18,5 triliun. Terlebih, dari seluruh anggaran tersebut sudah teralokasi ke beberapa program pemerintah.
“Sebagian besar sudah teralokasi untuk program prioritas lain, termasuk program pendidikan gratis “Gratis Pol” senilai Rp2,1 triliun,” terangnya, Senin (19/5/2025).
Politikus PKS tersebut mengakui belum mengetahui pasti angka yang dibutuhkan untuk melakukan normalisasi Sungai Mahakam karena masih dalam tahap perencanaan.
“Tapi dana yang tersedia tidak hanya untuk infrastruktur seperti sungai, melainkan juga untuk pendidikan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Tentu saja, anggaran harus dibagi berdasarkan prioritas,” jabarnya.
Tentu dalam upaya penanganan banjir, DPRD Kaltim ingin melihat bagaimana Pemprov Kaltim akan memprioritaskan dan mengalokasikan anggaran untuk proyek ini. Pasalnya, janji penanganan banjir sudah acap kali diucapkan oleh Pemprov Kaltim.
Subandi juga mengingatkan Pemprov bahwa normalisasi Sungai Mahakam bukan hanya sekadar proyek teknis. Menurutnya, proyek ini adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan warga. Namun, penanganan banjir juga memerlukan strategi menyeluruh, tidak hanya pengerukan sungai.
“Ini tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, DPRD, dan masyarakat harus saling mendukung. Banjir bukan masalah sepele, dan butuh solusi komprehensif,” pungkasnya. (W/ADV/SR).




