AdvertorialDPRD PPU

Sujiati Dukung Eksplorasi Rumput Laut Jadi Bahan Pupuk Organik

nusantarakini.id, PPU – Di tengah geliat pertanian dan budidaya pesisir yang terus bertumbuh di Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), muncul wacana pemanfaatan komoditas lokal menjadi inovasi agrikultur yang lebih bernilai.

Anggota DPRD PPU, Sujiati, mengungkapkan gagasannya soal potensi rumput laut—khususnya jenis sangu-sangu—sebagai bahan dasar biostimulant pupuk organik.

“Kita coba dalami dulu. Kalau memang bagus hasilnya, kenapa enggak dicoba nantinya? Kalau ternyata hasilnya bagus dan bisa dilakukan, yah kita laksanakan,” ujar Sujiati.

Menurut dia, upaya ini perlu dikaji lebih lanjut karena membuka peluang diversifikasi fungsi rumput laut yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah.

Wacana ini bukan tanpa dasar. Produksi rumput laut di wilayah pesisir Babulu Laut disebutnya cukup menjanjikan.

“Terlebih, produksi rumput laut di daerah Babulu Laut itu cukup tinggi hasil produksinya,” tegas Sujiati.

Kondisi ini, menurutnya, memberikan peluang bagi daerah untuk tidak hanya bertumpu pada sektor perikanan tangkap, tetapi juga membangun rantai industri berbasis hayati dan pertanian berkelanjutan.

Biostimulant sendiri merupakan zat atau mikroorganisme yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi pemupukan dan pertumbuhan tanaman tanpa menggantikan fungsi pupuk utama. Dalam konteks ini, rumput laut dinilai memiliki kandungan unsur hara dan hormon alami yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman lebih baik.

Jika dapat diformulasi dan dikembangkan secara tepat, potensi ini bisa menjadi solusi tambahan bagi persoalan akses pupuk yang kerap dikeluhkan petani di PPU. Tidak hanya untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, tetapi juga mendukung upaya pertanian yang lebih ramah lingkungan. (W/ADV/S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *