nusantarakini.id, BALIKPAPAN — Anggota DPRD Kota Balikpapan, H. Laisa Hamisah, menerima berbagai keluhan masyarakat terkait akses air bersih, kondisi jalan lingkungan hingga sanitasi saat menggelar kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025/2026 di Kelurahan Sungai Nangka RT 39, Kecamatan Balikpapan Selatan, Sabtu (4/7/2026).
Warga dari sejumlah RT memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini masih menjadi kebutuhan mendesak di lingkungan mereka, mulai dari sanitasi, akses air bersih, penerangan jalan umum (PJU), hingga persoalan pendidikan dan rumah layak huni.
Kegiatan reses berlangsung interaktif dengan dihadiri tokoh masyarakat, ketua RT, serta warga yang aktif berdialog langsung menyampaikan kondisi di lapangan.
Ketua RT 39, Aliudin, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa pembangunan jalan lingkungan menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga di wilayahnya.
Menurutnya, jalan sepanjang sekitar 310 meter menjadi prioritas utama untuk diperbaiki karena kondisinya dinilai belum layak dibanding akses jalan di kawasan lain.
“Prioritas kami sekarang fasilitas jalan. Yang paling dibutuhkan sekitar 310 meter. Kalau ke atas memang masih layak, tapi untuk di sini kondisinya memang belum,” ujarnya.
Selain jalan lingkungan, persoalan air bersih juga menjadi perhatian serius masyarakat. Warga mengaku kawasan tersebut sudah bertahun-tahun mengalami kesulitan air bersih, termasuk untuk kebutuhan rumah ibadah.
Aliudin menjelaskan jaringan air sebenarnya sudah tersedia, namun kapasitas pipa yang kecil menyebabkan distribusi air tidak maksimal, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan lebih tinggi.
“Pipanya sudah ada, meterannya juga ada, cuma kapasitasnya kecil. Kalau di bawah dipakai banyak, ke atas sering tidak sampai,” katanya.
Ia juga menyoroti usulan pengadaan tandon air sebagai solusi sementara bagi masyarakat sambil menunggu pembangunan jaringan air yang lebih memadai.
Menurutnya, keberadaan tandon cukup membantu, namun tetap memerlukan pengelolaan dan komitmen bersama agar distribusi air berjalan baik.
“Kalau tandon tentu bagus untuk penanganan sementara, tapi nanti harus ada pengelolanya juga. Yang paling vital bagi warga sekarang memang air dan jalan,” tambahnya.
Dalam reses tersebut, warga RT 20 melalui Ida Nuraida turut menyampaikan keluhan terkait kondisi septic tank komunal yang disebut telah digunakan selama sekitar 12 tahun tanpa pernah dilakukan penyedotan.
Kondisi tersebut dikhawatirkan menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.
Selain itu, warga juga mengeluhkan kondisi tanah yang mengalami pergeseran dan berpotensi membahayakan rumah-rumah di bagian bawah kawasan tersebut.
Persoalan pendidikan juga menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait penerimaan siswa baru yang dinilai masih menyulitkan sebagian warga.
Menanggapi hal itu, Laisa mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan untuk membantu mencarikan solusi terbaik bagi masyarakat.
“Masalah sekolah ini nanti akan kami komunikasikan dengan Dinas Pendidikan agar bisa dicarikan jalan keluarnya,” ujarnya.
Selain persoalan pendidikan, usulan bantuan rumah layak huni turut disampaikan masyarakat karena masih banyak rumah warga yang dinilai belum memenuhi standar kelayakan.
Aliudin memperkirakan sekitar 50 persen rumah warga di wilayahnya masih memerlukan perhatian dan bantuan perbaikan secara bertahap.
“Ada cukup banyak rumah yang belum layak. Tapi kami akan usulkan pelan-pelan sesuai kelengkapan administrasi dan kemampuan program pemerintah,” katanya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, H. Laisa Hamisa menegaskan seluruh masukan masyarakat akan diperjuangkan melalui koordinasi bersama dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan.
Ia menyebut persoalan air bersih, jalan lingkungan, sanitasi, penerangan jalan umum (PJU), hingga bantuan rumah menjadi perhatian penting yang akan ditindaklanjuti sesuai skala prioritas.
“Kami siap membantu dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Yang penting komunikasi terus berjalan agar persoalan di lapangan bisa segera ditindaklanjuti,” kata Laisa.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat dalam menyampaikan aspirasi menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan yang benar-benar sesuai kebutuhan warga di lapangan.
“Semua aspirasi masyarakat akan kami perjuangkan. Intinya komunikasi harus terus terjalin supaya kebutuhan warga bisa mendapat perhatian pemerintah,” tutupnya. (W/ADV/SR)








