nusantarakini.id, BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Ari Sanda, menggelar reses di Jalan Klamono RT 28, Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan Barat, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum (PU), PTMB, perwakilan Kelurahan Margo Mulyo, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Ari Sanda menyampaikan kehadiran sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dalam reses tersebut bertujuan agar masyarakat dapat langsung menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.
“Hari ini OPD yang hadir ada dari PTMB, Dinas PU dan Dishub. Jadi masyarakat bisa langsung menyampaikan apa saja keluhannya, mulai dari air bersih, pembangunan sampai penerangan jalan,” katanya.
Menurut Ari Sanda, sejumlah usulan warga sebelumnya juga telah berhasil direalisasikan melalui pengawalan yang dilakukan dirinya bersama OPD terkait.
“Contoh yang sudah terealisasi di RT 28 ini seperti semenisasi jalan dan penerangan lampu jalan yang kami kawal,” ungkapnya.
Dalam sesi dialog, warga RT 28 menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan lapangan pekerjaan, air bersih, drainase, hingga keamanan lingkungan.
Warga bernama Amelia meminta adanya informasi lowongan pekerjaan bagi masyarakat karena saat ini lapangan kerja dinilai semakin sulit didapatkan.
Menanggapi hal tersebut, Ari Sanda meminta generasi muda lebih aktif mencari peluang kerja melalui media sosial maupun website penyedia informasi lowongan kerja.
“Sekarang informasi lowongan kerja sudah bisa diakses di media sosial dan website. Tinggal bagaimana kita rajin mencari peluang itu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak gengsi dalam mencari pekerjaan.
“Kita tidak boleh pasrah dengan keadaan. Kerja itu bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk menyambung hidup dan mengurangi beban orang tua,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT 28, Yusdarso, menyampaikan keluhan terkait belum masuknya jaringan air bersih PTMB ke wilayahnya meski jalan lingkungan sudah diambil alih pemerintah.
“Jalan sudah diambil alih pemerintah, masa air bersih tidak bisa masuk ke RT 28,” ucapnya.
Selain itu, warga juga meminta adanya perbaikan drainase karena air sering meluber dan dikhawatirkan memicu longsor, serta mengusulkan lanjutan program semenisasi jalan lingkungan.
Menanggapi usulan tersebut, Ari Sanda mengaku akan memperjuangkan lanjutan pembangunan jalan di wilayah tersebut.
“Saya tidak suka berjanji, tapi kalau kebutuhannya mendesak saya akan perjuangkan semenisasi jalan. Insya Allah tahun depan dilanjutkan,” tegasnya.
Keluhan lain disampaikan Amirudin, warga RT 28, terkait kerusakan pipa bio gas atau IPAL komunal yang disebut tidak pernah mendapatkan perawatan sejak 2012.
“Pipa bio gas itu sejak 2012 tidak pernah diperbaiki,” katanya.
Ari Sanda memastikan persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti bersama Dinas PU dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
“Soal kerusakan pipa IPAL komunal akan segera ditindaklanjuti. Kita akan cek apakah itu kewenangan provinsi atau pemerintah kota, makanya saya minta pihak PU segera turun ke lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, instalasi pipa semestinya mendapatkan perawatan berkala agar tetap berfungsi dengan baik.
“Pipa itu seharusnya setiap 10 sampai 12 tahun ada perbaikan,” tambahnya.
Selain itu, warga bernama Ida juga meminta pembangunan pos kamling mengingat tingginya aksi kriminalitas di lingkungan mereka.
“Kalau untuk pembuatan Poskamling tadi sudah disampaikan bahwa saat ini anggaran Balikpapan terjadi efisiensi, sehingga anggaran yang ada di kelurahan hanya ada untuk pengadaan kelengkapan Poskamling saja,” pungkasnya. (W/ADV/SR)








