nusantarakini.id, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra meminta Pemerintah Kota (Pemkot) mendorong para pengusaha untuk menyediakan lahan parkir guna mengatasi macet lalu lintas.
Pasalnya, ia mengaku tidak jarang pengusaha yang belum menyediakan tempat parkir yang layak untuk bisa digunakan para pengunjung agar tidak menyebabkan kemacetan akibat parkir di bahu jalan.
“Harusnya kan ada space jarak sekitar 12 meter dari bahu jalan, itu harusnya dibuatkan parkir tapi masalahnya tidak semua toko itu punya lahan parkir,” ungkapnya, Selasa (19/3/2024).
Samri meminta agar pemerintah kota mendorong toko – toko atau usaha yang di pinggir jalan itu wajib untuk memiliki lahan parkir, minimal parkiran untuk di depan toko yang di bangun.
“Ini bisa dijadikan sebagai syarat ketika dia mengajukan ijin berjualan juga lahan parkirnya,” ucapnya.
Dirinya mengambil contoh usaha yang memiliki lahan parkir yang luas, seperti Indomart dan Alfamidi yang berbeda dengan toko yang di kelola oleh perorangan yang tidak memiliki lahan parkir yang cukup.
“Lahan parkir pun digunakan untuk lapak, akhirnya mengganggu pengguna jalan lainnya, contoh itu alfamart alfamidi dan supermarket lainnya, begitulah sebenarnya yang benar,” ujarnya.
Tak hanya itu, dirinya mengungkapkan ketika toko yang ada memiliki lahan parkir, pengunjung yang datang juga nyaman dalam berbelanja dan tidak mengganggu pengguna jalan yang ada.
Kendati demikian, pengusaha yang tidak memiliki lahan parkir perlu untuk penarikan retribusi, sehingga dengan adanya penarikan retribusi mereka berfikir untuk mengusahakan membuat lahan parkir.
“Ya tujuannya kita bukan memberi hukuman ya tapi sebenarnya membangkitkan kesadaran supaya parkir ini penting untuk menunjang usaha kita apalagi yang dia menggunakan jasa atau yang jual beli,” pungkasnya. (W/Adv/RK)



