AdvertorialDPRD Samarinda

Peran Orangtua Dinilai Penting Mengantisipasi Perilaku Bullying di Sekolah

nusantarakini.id, SAMARINDA – Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar mengutarakan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di Kota Samarinda melalui penanganan oleh orangtua.

Menurutnya, perundungan atau bullying masih menjadi masalah serius di dunia pendidikan, termasuk di Kota Samarinda. Sehingga perlu adanya kolaborasi antara sekolah dan orangtua dalam menangani bullying.

Deni mengatakan perundungan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk fisik, verbal dan cyberbullying.

“Perundungan meliputi segala tindakan yang merugikan peserta didik seperti tindakan pelecehan seksual, dan lain sebagainya,” kata Deni, Selasa (26/3/2024).

Ia beranggapan jika cara mengatasi perlakuan bullying tersebut yaitu dengan menjaga pola asuh yang baik dan ini merupakan kunci utama dalam membentuk karakter dan perilaku positif pada anak.

Melalui cara pola asuh tersebut orangtua harus memberikan contoh yang baik dan selalu mengakarkan tentang nilai-nilai moral serta kemanusiaan kepada anak. Perlakuan ini setidaknya dapat dilakukan saat anak masih kecil.

“Orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam menunjukkan sikap toleransi, saling menghormati, dan tidak melakukan kekerasan,” ujarnya.

Politikus Partai Gerindra ini juga mendorong pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para siswa dan dapat mengantisipasi perbuatan buruk tersebut sejak murid berada pada tingkat kelas yang rendah.

“Kalau bisa itu sudah diterapkan sejak peserta didik masih berada di bangku kelas 1 SD, supaya karakter mereka bisa terdidik dengan baik,” ungkapnya.

Selain itu, sekolah dapat melakukan berbagai upaya pencegahan perundungan, seperti edukasi kepada siswa dan guru. Meskipun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda telah membentuk tim anti kekerasan di sekolah. Tapi menurutnya hal itu harus didorong oleh setiap satuan pendidikan agar penanganan bisa lebih maksimal.

“Sekolah harus memiliki komitmen yang kuat dalam menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan,” tandasnya. (W/Adv/RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *