nusantarakini.id, Penajam – Dorongan agar pemerintah daerah lebih serius memberikan dukungan nyata kepada atlet-atlet pelajar kembali ditegaskan Wakil Ketua I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor.
Menurutnya, raihan prestasi yang mulai terlihat di arena Popda Kaltim 2025 harus dibalas dengan kebijakan pembinaan yang konkret, bukan sekadar ucapan selamat atau pujian.
Berbicara di sela rangkaian pertandingan, Syahrudin mengingatkan bahwa pembinaan atlet tidak cukup hanya bergantung pada fasilitas seadanya atau dukungan moral. Pemerintah, katanya, memiliki kewajiban untuk memastikan atlet mendapatkan kesempatan latihan yang layak dan terarah.
“Pemerintah daerah ini memberikan motivasi tidak cukup hanya dengan tepuk tangan,” katanya.
Ia menilai, prestasi atlet pelajar lahir dari proses latihan panjang yang membutuhkan biaya, waktu, dan dedikasi. Karena itu, pemerintah harus mampu memberikan dukungan yang lebih substansial, terutama berupa uang pembinaan bagi atlet maupun cabang olahraga yang menunjukkan potensi.
Syahrudin menambahkan bahwa uang pembinaan akan membuka peluang bagi atlet untuk mengikuti pemusatan latihan, menambah jam latihan, meningkatkan kualitas pelatih, hingga menyediakan peralatan yang lebih memadai.
“Tetapi memberikan uang pembinaan supaya mereka bisa melakukan pemusatan-pemusatan pelatihan. Itu yang kita harapkan,” tegasnya.
Menurutnya, untuk meningkatkan kualitas atlet, Pemda harus membangun skema pembinaan yang terstruktur, mulai dari pemetaan cabang unggulan, evaluasi prestasi tiap tahun, hingga memastikan kebutuhan teknis dipenuhi berdasarkan rekomendasi pelatih dan pengurus cabor. Ia menilai dukungan finansial merupakan bagian penting dari siklus pembinaan tersebut. (W/ADV/SR)




